SEMARANG (SUARABARU.ID)– Pelatih Ganda Putra Pelatnas Bulu Tangkis Indonesia, Antonius Budi Ariantho, akan berupaya untuk meningkatkan daya tahan atau fisik dua pasangan ganda Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin.
Latihan tambahan itu akan dilakukan, guna meningkatkan tenaga dan kekuatan dalam sebuah laga yang panjang dan melelahkan. Hal itu harus diakuinya, usai hasil buruk yang diterima dari turnamen Badminton Asia Championships (BAC) 2025, di Ningbo, Cina.
”Evaluasi dari beberapa turnamen yang telah diikuti, perlu ditambah adalah power dan kekuatan ketahanan,” kata Antonius, seperti dikutip dari keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Minggu (13/4/2025).
BACA JUGA: Kanwil Kemenkum Jateng Terima Kunjungan BHP Semarang Bahas Kinerja dan Rencana MoU
Menurut dia, secara daya juang dan pola permainan sudah cukup bagus. Tetapi dengan intensitas yang tinggi di ganda putra, bahkan sejak babak pertama, diperlukan kombinasi power, saat menyerang dan bertahan.
Fikri/Daniel, yang kini menempati peringkat 13 dunia, mengawali BAC 2025 dengan kemenangan dua set langsung 21-15, 21-8 atas Pui Chi Chon/Pui Pang Fong asal Makau.
Di babak berikutnya, mereka membukukan kemenangan penting atas Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan). Pertandingan tiga set itu berakhir dengan skor 18-21, 21-17, 21-15.
BACA JUGA: Layanan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Terbaik Dunia
Di perempat final, Fikri/Daniel bersua Liang Wei Keng/Wang Chang. Laga itu juga tercatat sebagai pertemuan kedua mereka. Dalam pertemuan pertama di babak 16 besar China Open 2024, Fikri/Daniel memenangi laga ketat yang berlangsung selama 54 menit, dengan skor akhir 21-19, 18-21, 21-17.
Pertarungan di babak delapan besar BAC 2025 pun berlangsung sengit, sejak awal set pembuka hingga akhir laga. Namun Fikri/Daniel kalah dengan skor identik 19-21, 19-21 dari wakil tuan rumah itu.
Sementara itu, Leo/Bagas memulai BAC 2025 dengan kemenangan dua set langsung 22-20, 21-17 atas Takuchi Nomura/Yuichi Shimogami (Jepang).
BACA JUGA: Erick Thohir Perintahkan Drawing Liga 4 Harus Diulang
Leo/Bagas menjadi ganda putra Indonesia pertama yang mencapai perempat final BAC 2025, berkat kemenangan atas Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (Taiwan) di babak 16 besar. Pasangan peringkat 14 dunia itu menang tiga set 21-11, 19-21, 21-11 dalam tempo 48 menit.
Mereka melaju ke semifinal berkat kemenangan atas wakil Taiwan, Liu Kuang Heng/Yang Po Han, melalui dua set langsung 21-16, 21-17. Namun mereka gagal melaju ke final, setelah kalah tiga set 21-13, 18-21, 12-21 dari Chen Bo Yang/Liu Yi (Cina) di babak empat besar. Leo/Bagas pun harus puas dengan perolehan medali perunggu BAC 2025.
Secara umum Antonius menilai, persaingan merata di sektor ganda putra sudah tercipta, sejak babak-babak awal. Pertarungan ketat pun sulit terhindar, dan dipastikan menguras tenaga setiap pemain. Oleh karenanya, ketahanan fisik menjadi salah satu faktor penentu untuk bersaing di level elite dunia.
”Untuk persiapan ke depan, harus lebih dimaksimalkan lagi. Untuk teknik dari sisi defensif, harus ditingkatkan lagi, power harus lebih dikeluarkan, apalagi dengan laju shuttlecock yang lambat, harus punya cara mengantisipasinya,” pungkasnya.
Riyan













