Petugas mengamankan mobil beserta peralatan “sound horeg” yang digunakan untuk membangunkan orang sahur. Foto: Polres Grobogan

Terkait perangkat yang telah diamankan tersebut, dapat kembali kepada pemiliknya setelah Lebaran nanti.

“Untuk mobil yang digunakan mengangkut sound tersebut, kami kembalikan kepada pemiliknya,” jelas AKBP Ike Yulianto.

Pihaknya berharap dengan tindakan yang dilakukan personel Polres Grobogan ini guna menjaga suasana sahur lebih kondusif dan tidak mengganggu ketenangan warga.

Kapolres juga mengatakan, untuk membangunkan warga yang hendak santap sahur ini memang sudah menjadi tradisi, namun hal itu memang bisa dilakukn dengan cara yang lebih humanis agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

“Membangunkan sahur bisa dengan cara yang lebih humanis, misalnya dengan menggunakan pengeras suara di masjid atau musala,” ujar Kapolres.

Kapolres juga berharap dengan penindakan ini dapat menciptakan suasana Ramadan yang lebih aman, damai dan kondusif di wilayah Polres Grobogan.

“Polres Grobogan beserta jajarannya berkomitmen untuk terus memantau penggunaan sound horeg selama Ramadan agar tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat,” pungkas Kapolres.

Tya Wiedya