blank
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama Wabup Bellinda Putri pada saat ikut retret. foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dijadwalkan akan tiba di Kudus Jumat (28/2) sore ini. Sam’ani menjadi bagian dari 456 kepala daerah di seluruh Indonesia yang mengikuti retreat kepemimpinan di Akmil Magelang pada 21-28 Februari 2025.

Berdasarkan jadwal yang dirilis Pemerintah Kabupaten Kudus, Sam’ani  bertolak dari Magelang sekitar pukul 14.00 WIB. Diperkirakan, rombongan tiba di Kudus pukul 17.00 WIB.

Sesampainya di Kudus, Sam’ani akan berhenti di jembatan Tanggulangin. Selanjutnya, Sam’ani akan melintasi jembatan Tanggulangin dengan jalan kaki.

Sementara, untuk acara penyambutan secara resmi akan dilakukan di Pendapa Kabupaten Kudus seusai pelaksanaan shalat tarawih atau sesuai dengan pengumuman pemerintah terkait awal bulan Ramadan.

“Jadi penyambutan secara resmi akan dilakukan di Pendapa berbarengan dengan agenda shalat Tarawih atau sesuai dengan pengumuman Pemerintah,”ujar Plt Asisten III Setda Kudus, Agung Dwi Hartono, Jumat (28/2) siang.

Bupati Sam’ani dalam kesempatan sebelumnya menyampaikan apresiasinya atas kegiatan retret yang dijalaninya selama sepekan lebih. Kegiatan tersebut sebagai ajang refleksi sekaligus memperkuat koordinasi antara Pemerintah Pusat dan daerah, dalam menjalankan visi misi pembangunan Indonesia.

Sam’ani menjelaskan, retreat kali ini memberikan pengalaman berharga dalam hal kedisiplinan, kebersamaan, toleransi, serta kerja sama antarpemimpin daerah.

Tentunya, bekal yang didapatkan dari Magelang nantinya menjadi modal bagus sebelum kembali ke daerah masing-masing untuk memimpin pembangunan daerah lima tahun ke depan.

“Kegiatan (retreat) ini sangat bermanfaat dalam menyesuaikan dan menyinergikan visi serta misi pusat dengan daerah,” terangnya.

Dia menegaskan, sinergitas yang baik antara pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan.

Retreat juga sebagai wadah bagi kepala daerah di Indonesia untuk membangun hubungan persaudaraan dan solidaritas pemimpin.

“Persaudaraan antar pimpinan daerah menjadi semakin erat.”

“Ini penting agar kami bisa saling berbagi pengalaman dan strategi dalam memimpin daerah masing-masing,” tambahnya.

Selama retreat, lanjut Sama’ani, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi dan refleksi yang dipandu oleh narasumber.

Tema yang diangkat meliputi kepemimpinan berintegritas, inovasi kebijakan publik, serta strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selama retreat berlangsung, diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas daerah, sehingga nantinya kebijakan yang diambil di tingkat daerah selaras dengan arah pembangunan nasional.

“Kami apresiasi penyelenggaraan retret ini sebagai langkah positif dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan, dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala, guna menjaga komunikasi dan sinergi antar pemerintah daerah,” tutur dia.

Ads-Ali Bustomi