
Demokratisasi AI
Dalam pengukuhannya, Prof. Darmawan mempersembahkan orasi ilmiah yang bertajuk, “Demokratisasi AI: Deteksi Anomali Temporal pada Sistem Berbasis Sensor menggunakan Deep Learning.” Dalam penelitiannya, ia memprediksi pada tahun 2030, sebuah era kecerdasan buatan telah sepenuhnya hadir dalam kehidupan manusia.
“Era kecerdasan buatan atau melebihi kecerdasan manusia diprediksi akan ada pada akhir 2030. Manusia dituntut untuk beradaptasi dan sekaligus mengembangkan model terbaru untuk mendukung kesejahteraan bersama,” ungkapnya.
Namun ia menyoroti perkembangan teknologi hanya akan berkutat di negara maju dengan indeks Sumber Daya Manusia yang tinggi. Maka demokratisasi AI adalah upaya yang diperlukan guna kepentingan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Sayangnya proses pelatihan yang melibatkan miliar bahkan triliunan parameter hanya dapat diakses melalui perusahaan besar di negara maju yang kaya dengan teknologi dan Sumber Daya Manusia. Maka para pengembang AI berupaya melakukan demokratisasi AI guna dapat dieksplorasi masyarakat luas,” imbuhnya.
Tujuan dari pada demokratisasi AI tak lain adalah mempermudah akses teknologi AI bagi berbagai lapisan masyarakat dan industri. Salah satunya ialah dengan penerapan Deep Learning pada bidang tertentu dapat mencapai tujuan dengan biaya relatif terjangkau.
Dalam penelitian ini, Prof. Darmawan berupaya mendeteksi anomali pada data smart meter dengan mengidentifikasi pola konsumsi tidak wajar pada setiap pengguna PLN, termasuk potensi pencurian energi. Dengan deteksi yang lebih akurat, diharapkan layanan terhadap konsumen dapat ditingkatkan secara optimal.
Dengan pengukuhan Prof. Darmawan Utomo sebagai Guru Besar, UKSW menegaskan komitmen sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Jawa Tengah yang mampu menjadi garda terdepan dalam pengembangan, penelitian serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai teknologi masa depan. Hal ini menunjukkan keberanian UKSW untuk bersaing dalam taraf internasional sebagai salah satu batu pijakan menyongsong World Class University.
UKSW saat ini telah memiliki 29 Guru Besar dalam berbagai ranting ilmu atau kepakaran. Capaian ini menunjukkan komitmen UKSW untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memajukan dunia pendidikan. Ke-29 Guru Besar ini juga menjadi kekuatan UKSW dalam perjalanan menuju World Class University.
Sebagai perguruan tinggi swasta terbaik kedua di Jawa Tengah versi webometric, UKSW memiliki 15 fakultas dan 63 program studi dengan berbagai jenjang pendidikan. Kampus ini dikenal dengan keragaman mahasiswanya dari seluruh Indonesia serta julukan “Creative Minority”, yang mencerminkan semangat inovasi dan peran sebagai agen transformasi dalam masyarakat.
Ning S