JEPARA (SUARABARU.ID) -Dai Profesional, kompeten, dan bisa diterima di berbagai kalangan adalah sebuah kebutuhan sehingga harus dipersiapkan dengan baik melalui program Pendidikan dan Latihan ( Diklat). Atas alasan tersebut PCNU bekerjasama dengan Fakultas Dakwah Unisnu Jepara mendesain Kurikulum Dakwah yang digunakan dalam program PCNU bernama Madrasah Dakwah.
Madrasah Dakwah adalah media pendidikan dan pembinaan calon-calon Dai Nahdlatul Ulama yang dibekali keterampilan, pengalaman, metode dakwah, dan berbagai strategi dakwah sehingga out put-nya menjadi dai profesional dan kompeten yang siap diterjunkan di berbagai instansi dan masyarakat pada bulan Ramadan.
Setelah melaksanakan program selama 5 bulan mulai bulan Oktober 2025, program Madrasah Dakwah PCNU Jepara hari ini, 27 Februari 2025 ditutup dan pesertanya dikukuhkan di aula I LP Ma’arif Jepara.

Hadir dalam acara penutupan dan pengukuhan Madrasah Dakwah Wakil Rois PCNU KH. Zainuri Thoha, Ketua PCNU KH. Charis Rohman, Sekretaris PCNU Gus Sahil, Ketua Lakpesdam PCNU Khoirul Muslimin, Ketua LP. Ma’arif Jepara Mualimin, sejumlah Pengurus MWC NU di Kabupaten Jepara, dan Banom NU.
Khoirul Muslimin selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa sebelum pelaksanaan program Madrasah Dakwah, PCNU telah melakukan sosialisasi ke Pengurus MWC dan Badan- badan Otonom. Setelah membuka pendaftaran terjaring 54 peserta untuk seleksi awal. Dari jumlah tersebut hanya 39 yang memenuhi syarat untuk menjadi peserta Madrasah Dakwah.
Dari hasil penilaian proses Madrasah Dakwah dari jumlah 39 peserta 30 peserta dinyatakan lulus 9 peserta dinyatakan tidak lulus. Muslimin juga menuturkan bahwa panitia memilih peserta terbaik putra dan putri serta memilih 5 peserta yang paling aktif, disiplin, dan tertib dalam program Madrasah Dakwah untuk diberikan reward dari panitia.
Gus Sahil yang didaulat membacakan Surat Keputusan kelulusan mengatakan bahwa Madrasah Dakwah adalah program pertama yang kurikulumnya dirancang bersama Fakultas Dakwah Unisnu Jepara untuk mencetak dai profesional dan kompeten yang siap diterjunkan ke berbagai instansi dan masyarakat pada bulan Ramadan

“Peserta terbaik putra akan kami terjunkan ke PLTU pada bulan Ramadan, sedangkan terbaik putri akan kami terjunkan ke Lapas Jepara,” papar Gus Sahil.
Charis Rohman saat menutup acara mengingatkan kepada para Dai lulusan Madrasah Dakwah untuk konsisten pada jalur Tuhan tidak berdakwah mengikuti trend yang lebih mengedepankan intertain. Kepada Pengurus MWC NU yang hadir KH. Charis berpesan agar MWC dapat memaksimalkan para Dai dan memberi koreksi terhadap penyelenggaraan Madrasah Dakwah karena program ini akan dilanjutkan dengan sasaran yang lain.
Charis juga menuturkan untuk menyukseskan program Madrasah Dakwah seluruh potensi Nahdlatul Ulama baik struktural maupun non-struktural dilibatkan untuk memberikan yang terbaik.
Setelah melalui penilaian selama proses pembelajaran di Madrasah Dakwah peserta putra terbaik disabet oleh Ulil Anwar delegasi dari MWC NU Donorojo, sedangkan peserta terbaik putri diraih oleh Rini Masrurah delegasi dari Fatayat PAC Bangsri.
Hadepe – Sub