WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Pimpinan Fuad Wahyu Pratama, Sabtu (22/2/25), menginformasikan prospek cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan. Yakni Tanggal 22 sampai dengan Tanggal 24 Februari 2025.
Dengan adanya informasi kemunculan cuaca ekstrem tersebut, warga di daerah rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. Sebagaimana yang terjadi pada daerah bencana tanah bergerak di Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri misalnya.
Diperoleh keterangan ada sebanyak 17 keluarga warga di Dusun Gumiwang, Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, yang menjadi korban tanah bergerak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8 keluarga terpaksa harus mengungsi menumpang hidup di rumah sanak familinya. Karena kondisi rumah huniannya, dalam kondisi membahayakan oleh dampak bencana tanah bergerak.
Warga menyebutkan, bencana tanah bergerak di Desa Brenggolo telah berlangsung sejak Tanggal 22 Desember 2024 lalu. Sejak itu, hari-hari berikutnya kondisinya menjadi labil, dan sewaktu-waktu terjadi pergerakan tanah susulan yang menyebabkan bangunan talud ambrol, tebing longsor dan dinding retak.
Tidak saja menimbulkan kerusakan pada rumah warga, tapi juga merusak infrastruktur badan jalan, sepanjang sekitar 50 Meter (M). Dampaknya, memutuskan akses hubungan darat antardusun-antardesa. Dinding bangunan masjid juga pecah dan retak dalam garis vertikal.
Siklon Tropis
Sementara itu, informasi prospek cuaca ekstrem tiga hari ke depan, menyebutkan terdapat bibit Siklon Tropis 99S terpantau berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur. Ini menyebabkan terbentukanya daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Jawa Tengah.
Menjadikan kadar kelembapan udara di berbagai ketinggian, cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas. Labilitas lokal kuat, yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di Jawa Tengah.
Kondisi di atas dapat menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang sampai lebat, yang dapat disertai kilat dan petir serta angin kencang di beberapa wilayah Jawa Tengah. Untuk Tanggal 24 Februari 2025 di Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Surakarta, Wonogiri, Karanganyar, Jepara, Demak, Temanggung, Semarang, Salatiga, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes dan sekitarnya.
Tanggal 23 Februari 2024 di Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Jepara, Demak, Temanggung, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes dan sekitarnya. Tanggal 24 Februari 2025 di Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Temanggung, Semarang, Salatiga, Kendal, Batang, Pekalongan dan sekitarnya.
Berkaitan dengan Informasi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), masyarakat diimbau agar tetap waspada pada periode tiga hari ke depan. Karena berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang dan sambaran petir terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.(Bambang Pur)