Pertunjukan barongsai yang meriah di Kelenteng Hok An Bio Purwodadi. Foto: Tya Wiedya

Budi Wiguna menjelaskan, Cap Go Meh dari sejarahnya sebenarnya merayakan pergantian musim, dari musim dingin ke musim semi. Sebab, pada msa itu, mereka bisa kembali bercocok tanam dan tradisinya dilakukan perayaan sebagai ucapan syukur.

“Masyarakat datang ke sini. Mereka sangat antusias. Bahkan, kalau saya lihat ini, tahun ini semakin ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak Tahun Baru Imlek ini bukan hanya diraakan umat Konghucu saja, tetapi semua etnis dari berbagai kepercayaan,” tambah Budi Wiguna.

Tya Wiedya