SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lembaga survei independen, AKSARA Research and Consulting merilis hasil survei tatap muka pasca debat perdana Pilwakot Semarang, yang digelar KPU Kota Semarang beberapa waktu lalu.
Debat tersebut diikuti pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut 01 Agustina Wilujeng – Iswar Aminuddin (Jaguar) dan pasangan nomor urut 2 Yoyok Sukawi – Joko Santoso (Yok Joss).
Lalu siapa yang unggul pascadebat perdana Pilwakot Semarang? Apakah banyak warga Semarang yang menyaksikan debat tersebut? Apakah ada dampaknya pada peta kompetisi Pilwakot? Siapa yang elektabilitasnya naik, dan siapakah yang turun, atau tetap?
Dalam simulasi surat suara, paslon Agustina Wilujeng-Iswar Aminuddin unggul dengan dukungan 45,2%, sementara paslon Yoyok Sukawi – Joko Santoso 39,5%. Sisanya massa mengambang 15,3 %.
Selain debat perdana, apa saja faktor yang mempengaruhi peta kompetisi Pilwakot Semarang diluar debat perdana? Dan apakah pilihan warga sudah mengerucut atau belum.
AKSARA Research and Consulting melakukan survei dari tanggal 3 hingga 9 November 2024 kepada 400 responden yang sudah punya hak pilih, yakni sudah berusia 17 tahun atau sudah pernah menikah.
Rayhan selaku Research Supervisor mengatakan sampel sebanyak 400 responden itu terdistribusi secara proporsional di 16 kecamatan sesuai proporsi jumlah penduduknya.
“Responden dipilih secara acak dengan cara multistage random sampling, dengan toleransi kesalahan (margin of error) +-4,78% pada tingkat kepercayaan 95 persen,” ujar Rayhan saat rilis survei di Lika Liku Cafe, Jalan Veteran Semarang, Senin 11 November 2024.
Rayhan melanjutkan, responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih dan quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden kembali (spot check).
“Dengan quality control tersebut tidak ditemukan kesalahan berarti,” tandasnya.
Dalam survei tersebut ditemukan data kesadaran atau awareness warga tentang akan diadakannya Pilwakot pada 27 November 2024, cukup tinggi yakni 87,4 persen.
Persentase
Pada paparan selanjutnya, Darmawan selaku peneliti senior menunjukkan pada simulasi Top of Mind, A.S Sukawijaya atau Yoyok Sukawi paling banyak disebut 38,9%, Agustina Wilujeng Pramestuti, 24,3 %, serta belum menentukan pilihan 12,9 %.
Tren simulasi berdasarkan tiga survei yang dilakukan oleh dua Lembaga Survei dengan jangka waktu yang berbeda menunjukkan tren penurunan elektabilitas pada paslon A.S Sukawijaya – Joko Santoso dan tren peningkatan elektabilitas pada paslon Agustina Wilujeng Pramestuti – Iswar Aminuddin.
Pada simulasi surat suara, paslon Agustina Wilujeng – Iswar Aminuddin unggul dengan dukungan 45,2%, sementara paslon Yoyok Sukawi – Joko Santoso 39,5%. Sisanya massa mengambang 15,3 %.
“Popularitas adalah hal utama dalam kontestasi elektoral, tidak mungkin dipilih jika tidak dikenal. Namun popular juga belum tentu dipilih jika ada calon yang lebih disukai. Oleh karena itu popular saja tidak cukup, citra personal calon juga harus positif,” tuturnya.
Dari data popularitas, lanjut Darmawan, Agustina Wilujeng paling disukai sebesar 97,3% dengan tingkat kepopuleran sebesar 76,8%. Sementara Yoyok Sukawi dengan popularitas 91,2% tingkat kesukaannya hanya 61,6%.
Dalam paparan, Darmawan menjelaskan tim survei Aksara melakukan simulasi semi terbuka yang dilakukan. Dalam simulasi tersebut muncul 4 nama yang memang sedang berkontestasi di Pilwalkot Semarang, yaitu Yoyok, Agustina, Iswar, dan Joko.
“Kemudian saat kami lakukan simulasi dua nama kandidat kepada kedua calon walikota, Agustina dan Yoyok, hasilnya ada penurunan atas nama Yoyok sebesar 8,6 persen dari bulan Oktober ke November. Sementara Agustina mengalami kenaikan sebesar 10,2 persen di periode yang sama,” jelasnya.













