Seremoni Perayaan HUT Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang ditandai dengan diresmikannya tagline YDBA, yaitu “Siap Beraksi untuk Negeri”, di Wiroto Craft, di Bantul, DI Yogyakatrta, Kamis 2 Mei 2024 Kamis 2 Mei 2024. (Foto: YDBA)  

BANTUL (SUARABRU.ID) –  Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) berkomitmen terus sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa. YDBA fokus pada upaya pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia agar naik kelas, mandiri dan bisa menjadi pohon yang rindang, tempat berteduh bagi banyak orang.

Komitmen itu diungkapkan YDBA dalam perayaan HUT ke 44 yang diselenggarakan di salah satu UMKM binaan YDBA bernama Wiroto Craft, di Bantul, DI Yogyakatrta, Kamis 2 Mei 2024.

Mengangkat tema Semangat Kolaborasi Demi Masa Depan UMKM Indonesia, YDBA terus mengajak stakeholders maupun UMKM agar berkolaborasi menghasilkan karya yang meningkatkan ekonomi Indonesia.

Seremoni Perayaan HUT ditandai dengan diresmikannya tagline YDBA, yaitu “Siap Beraksi untuk Negeri”. Beraksi memiliki makna berkolaborasi dan berkontribusi.

Acara dihadiri oleh Ketua Pembina YDBA Gita Tiffani Boer, Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo, Sekretaris Pengurus YDBA Ema Poedjiwati Prasetio, Advisor YDBA Sigit P Kumala dan beberapa stakeholders serta UMKM binaan YDBA di Bantul, Yogyakarta. Tidak hanya itu, terdapat 1.000 undangan yang bergabung secara online ikut memeriahkan acara.

Beberapa menteri juga memberikan sambutan melalui video, yaitu Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Teten Masduki serta Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Reni Yanita.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi kepada YDBA atas kontribusi YDBA kepada UMKM Indonesia dengan kualitas dan program-program yang begitu efektif dalam meningkatkan kualitas UMKM.

“Ini juga merupakan ketelatenan dan ketekunan untuk terus memberdayakan UMKM Indonesia melalui kolaborasi dengan berbagai stakeholders mulai dari akademisi, pemerintah, pelaku usaha lainnya, asosiasi serta berbagai pelaku UMKM sendiri,” katanya.

Sri Mulyani juga berterima kasih kepada YDBA yang terus menekuni dan memberdayakan segmen ekonomi yang luar biasa penting, yaitu para UMKM, baik dalam mendukung dan menyambungkan mereka dengan supply chain maupun di dalam meningkatkan inovasi dan kreativitas.

Sementara itu Teten Masduki menyampaikan bahwa YDBA memiliki visi yang selaras dengan pemerintah dalam membangun ekosistem usaha yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Teten juga menjelaskan bahwa UMKM sebagai sektor penting yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional terus bertransformasi agar lebih kompetitif dan berdaya saing.

“Saya berharap pembinaan dan pendampingan yang dilakukan YDBA ini bisa menginspirasi grup usaha lain untuk turut serta mengupayakan agar UMKM dan Koperasi kita naik kelas melalui hasil produksi yang berkualitas dan memenuhi standar pasar domestik dan global,” ujar Teten Masduki.

Dalam kesempatan yang sama, Reni Yanita menyampaikan bahwa Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi kekuatan penting bagi pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia.

Menurut data BPS tahun 2021 tercatat lebih dari 4,2 juta unit usaha merupakan IKM. Angka tersebut terus didorong dengan melakukan pembangunan dan pemberdayaan IKM, di antaranya dengan kolaborasi pembinaan yang diharapkan dapat berjalan sinergis, efektif, berkelanjutan serta holistik.

Menurut Reni, hal tersebut bisa diwujudkan dari kontribusi seluruh pihak terkait, baik itu pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, asosiasi, perguruan tinggi dan masyarakat. Ditambahkannya, apa yang telah dan sedang dilakukan oleh YDBA yang telah menjalin kolaborasi dengan Kementerian Perindustrian patut diapresiasi. Pencapaian 44 tahun adalah wujud keberpihakan pada kemajuan IKM tanah air.

Dalam sambutannya di acara perayaan HUT YDBA, Gita Tiffani Boer menyampaikan, bahwa 44 tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Astra melalui YDBA dalam menjalankan pembinaan UMKM. Berbagai tantangan yang awalnya muncul, perlahan dapat diatasi berkat adanya kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga dapat berkontribusi bagi perkembangan UMKM. Ia juga menyampaikan mengenai dampak positif dari kolaborasi yang telah dilakukan YDBA bersama stakeholders.

“Melalui kolaborasi yang telah terjalin, terdapat nilai transaksi pemasaran sebagai dampak dari program tersebut, yaitu sebesar Rp74,63 miliar pada tahun 2023, meningkat 195% dari tahun sebelumnya dengan melibatkan sebanyak 180 UMKM. Pencapaian tersebut tentu juga didukung semangat dan komitmen UMKM dalam mengikuti setiap program pembinaan yang diselenggarakan YDBA,” kata Gita Tiffani Boer.

Perayaan HUT YDBA dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, antara lain YDBA Awards yang menghasilkan para pemenang dari lima kategori, yaitu: UMKM Mandiri Terbaik, UMKM dengan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) Terbaik, UMKM dengan Quality Control Circle (QCC) Terbaik, Instruktur Karyawan Aktif dan Pasca Karyawan Grup.

Diaz