blank
Berbagai pihak terlibat dalam acara pengobatan gratis Waisak di Borobudur, 23-24 Mei 26. Foto: eko

KOTA MUNGKID
(SUARABARU.ID) –
Ribuan warga masyarakat Magelang dan sekitarnya mengikuti pengobatan gratis dalam rangka Waisak di Candi Borobudur, hari ini Sabtu (23/5/26). Dari target 10 ribu peserta, kemungkinan tidak mencapai sebanyak itu, lantaran belum lama ini ada kegiatan serupa.

Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya, kepada wartawan menjelaskan, hari ini ada acara bakti sosial dalam rangka Waisak. Ada ribuan orang yang mengikuti pengobatan berbagai macam penyakit. Ada yang cabut Lipoma (pengangkatan tumor jinak), Kista, dan jenis lain yang di level kulit, bukan level dalam.

Selain itu ada operasi Screening dan Katarak, ada pula TBC. Melibatkan sekitar 500 tenaga kesehatan, dan 300 dokter.

Dijelaskan, targetnya akan melayani 7-8 ribu orang. Tetapi kebetulan ada baksos di bulan lalu, khusus Katarak. Karena itu mungkin peserta screening Katarak-nya tidak begitu banyak.

“Moga-moga bisa mencapai, atau moga-moga tidak mencapai, karena orang sudah sehat,” ujarnya.

Dijelaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian rutin Waisak. Sudah jalan berturut-turut hampir 30 tahun. Walubi selalu melakukan Baksos, tapi kegiatan di Borobudur itu ada hubungan dengan Waisak.

Menurut dia, dalam Waisak itu ada momentum yang bisa merefleksi untuk moralitas dan kemauan sebagai umat Buddha. “Salah satu ajarannya adalah kepedulian sosial dan untuk cinta kasih, welas kasih kepada semua orang, manusia dan binatang. Karena itu bakti sosial ini merupakan salah satu praktik Dharma sebelum acara Puncak Waisak,” jelasnya.

Disebutkan, bakti sosial (Baksos) pertama tahun 1994, tapi Baksos
di Borobudur sejak tahun 2000 atau 2001. Jadi sudah sekitar 25 tahun.

blank
Masyarakat memanfaatkan pengobatan gratis Waisak di Candi Borobudur, hari ini (Sabtu, 23 Mei 26). Foto: eko

Putra dari Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Siti Hartati Murdaya, itu juga menyebutkan, kebanyakan dokter yang hadir di acara Baksos itu bukan untuk pertama kalinya. “Ini seperti reuni. Bisa dibilang Baksos Borobudur ini perkumpulan reuni dokter terbesar. Karena itu banyak yang datang,” katanya.

Pada bagian lain dia menyebutkan, peserta pengobatan gratis itu terbanyak pasien umum. Disusul peserta pengobatan gigi.

Tahun ini mulai ada screening TBC menggunakan mobil rontgen. Pihaknya sangat mendukung, karena Indonesia adalah negara nomor dua paling banyak kasus TBC-nya di dunia, setelah India. Jumlah korban setiap tahun lebih dari 100 ribu di Indonesia karena TBC. Di Amerika jumlah korban dari TBC tidak sampai seribu.

“Jadi ini PR-nya Indonesia, bagaimana bisa menurunkan kasus TBC. Kami sangat mendukung di lokasi mana pun yang ada kantornya atau presence-nya Walubi,” tandasnya.

Dirjen Bimas Buddha
Kementrian Agama RI, Drs Supriyadi MPd, yang hadir dalam acara itu mengatakan, Kementerian Agama menyambut baik atas konsistensi DPP Walubi bersama lembaganya yang senantiasa memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara. Itu mencerminkan bahwa agama tidak hanya sebagai dasar spiritual, tetapi juga dalam praktik bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Agama yang salah satunya adalah kemanusiaan dan kemaslahatan bagi semua umat. Tidak membeda- bedakan, tetapi merupakan keterbukaan dari semua anggota masyarakat.

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Siti Hartati Murdaya, dalam acara itu mengingatkan, sebagai generasi penerus Indonesia, tidak boleh melupakan jasa-jasa pahlawan bangsa. Indonesia sudah merdeka, harus terus melanjutkan cita-cita luhur untuk Indonesia sekarang dan yang akan datang.

“Para Bhikkhu Sangha dan umat Buddha berdoa agar cita-cita mulia untuk Indonesia maju dan jaya tidak dilupakan,” katanya.

Eko Priyono