Kepala Badan Kesbangpol Kota Tegal, Budi Saptaji. (Foto: Sutrisno)

TEGAL (SUARABARU.ID) – Tahapan Pemilu 2024 di Kota Tegal telah dilalui oleh penyelenggara maupun masyarakat. Pemerintah Kota Tegal, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) telah mealokasikan anggaran hibah KPU sebesar Rp 19.409.158.175 dan Bawaslu Rp 6.411.436.400.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Tegal, Budi Saptaji S.STP M.Si menyampaikan, anggaran hibah untuk KPU dan Bawaslu untuk gambaran umum kondisi Daerah Kota Tegal terdiri dan 4 kecamatan dan 27 kelurahan.

Luas wilayah 38,68 kmĀ² (0.11 persen luar (Jateng) dengan jumlah penduduk 292.778 jiwa data smester 2 Tahun 2023. Dan jumlah Anggota DPRD 30 orang.

“Pemilu 2024 Pertama kali dalam sejarah digelar secara serentak. Meskipun seringkali disebut sebagai pesta demokrasi kita pernah mencatatkan sejarah kelam saat Pemilu 2019, dimana ada 894 petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal dan 5.175 petugas yang mengalami sakit. Kejadian tersebut tidak boleh terulang lagi,” kata Budi Selasa (5/3/2024).

KPU, Bawaslu dan DKPP (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) adalah tiga lembaga yang memiliki tanggungjawab dalam penyelenggara pemilu. Berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Namun, demikian Pemerintah juga bertanggung jawab penuh terhadap agenda besar yang dihadapi ke depan dengan memberikan dukungan penuh untuk menjamin suksesnya pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024.

“Pemerintah juga menjamin bahwa penyelenggara Pemilu dapat melaksanakan tugas secara bebas, mandiri dan berintegritas,” tegas Budi.

Pemerintah kota Tegal melalui Badan Kesbangpol juga turut serta membantu dan mendukung sepenuhnya agenda demokrasi 5 tahunan ini dengan melaksanakan beberapa hal seperti menjembatani kebutuhan anggaran Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal 2024, mulai dari pengajuan proposal anggaran, proses verifikasi sampai penetapan besaran dana hibah dan penandatanganan NPHD antara Pemkot Tegal dengan KPU dan Bawaslu.

Setiap tahun, Bakesbangpol Kota Tegal juga menyelenggarakan pendidikan politik, baik untuk masyararat maupun untuk pemilih pemula secara konsisten. Karena semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih tentunya akan menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang merepresentasikan seluruh lapisan dan aspirasi masyarakat.

“Target tingkat partisipasi Pemilu 2024 secara nasional adalah 79,5 persen, sementera di Kota Tegal pada pemilu 2019 lalu baru mencapai 77,94 persen,” terang Budi.

Badan Kesbangpol telah menginisiasi penyusunan Perwal 10 A Tahun 2023 tentang lokasi kampanye dan tempat pemasangan Alat Peraga Kampanye Pemilu dan pemilihan Kepala Daerah di Kota Tegal mendatang.

Sutrisno