blank
Menteri PUPR Basuki Hadimulyono saat melihat langsung proses penambalan tanggul sungai Wulan yang jebol di Karanganyar Demak. Foto:Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mendatangai lokasi tanggul sungai Wulan yang jebol di Karanganyar, Demak, Senin (12/2). Basuki langsung memantau langsung proses perbaikan tanggul yang dilakukan.

Dalam kunjungannya, Basuki tiba di jembatan Tanggulangi Kudus, lokasi posko relawan bersama sejumlah pejabat PUPR lainnya. Selanjutnya, Menteri langsung menuju lokasi tanggul jebol yang jaraknya sekitar 2 km dengan menaiki perahu.

Usai meninjau lokasi tanggul jebol, kepada para awak media, Menteri menyampaikan beberapa hal terkait penanganan banjir di wilayah Karanganyar, Demak. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

1. Saat ini PUPR telah melakukan penambalan tanggul yang jebol. Sebanyak 5 alat berat telah dikerahkan untuk proses perbaikan. Ditargetkan perbaikan tanggul selesai selama 3 hari ke depan.

Sedangkan kendalanya adalah akses ke tanggul yang jebol cukup jauh dan harus lewat atas tanggul yang berlumpur sehingga mempersulit mobilisasi alat berat.

2. Untuk mengurangi debit air sungai Wulan saat ini, Waduk Kedungombo yang menuju sungai Wulan ditutup total. Sehingga debit sungai Wulan saat ini hanya berasal dari sungai Lusi yang sudah dipecah ke sungai Juwana melalui Bendung Wilalung.

“Saat ini Kedungombo sudah kita tutup, jadi Kedungombo (debitnya yang ke sungai Wulan) nol. Yang masuk ke Wulan hanya dari sungai Lusi,”tandasnya.

blank
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono harus menaiki perahu untuk menuju lokasi tangg yang jebol. Foto:Ali Bustomi

3. Normalisasi sungai Wulan dan Juwana saat ini sudah dilakukan dan sudah dalam proses lelang. Diperkirakan April 2024 mendatang, pekerjaan fisik normalisasi sudah bisa dilaksanakan. Melalui normalisasi tersebut, kapasitas daya tampung sungai Wulan diharapkan meningkat 40 persen dari kapasitas yang ada saat ini.

“Biasanya normalisasi bisa menambah kapasitas sebesar 40 persen dari kapasitas yang ada saat ini. Pekerjaan dilakukan multiyears karena yang dinormisasi cukup panjang yakni berkisar 250 km,”katanya.

4. Untuk pengurangan genangan air banjir yang merendam pemukiman di wilayah Kecamatan Karanganyar, Menteri PUPR menyebutkan sudah menurunkan 12 unit pompa dengan kapasitas 5 meter kubik per detik untuk menyedot genangan air dan membuangnya ke sungai Wulan. Hanya saja, kapan genangan air di pemukiman tersebut bisa segera surut, Menteri Basuki masih belum bisa memastikannya.

“Memang kapasitas pompa terbilang kecil, tapi itu merupakan upaya untuk mengurangi genangan air,”ujarnya.

Ali Bustomi