blank
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto memberikan bantuan beras yang merupakan penyaluran cadangan pangan Pemerintah, di Desa Tegalreja, Kecamatan Poncowarno, Selasa (30/1).(Foto:SB/Kominfo Kbm)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan (Distapang) menyalurkan Bantuan Pangan Beras kepada 131.805 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Masing-masing KPM mendapat 10 kilogram beras. Secara simbolis Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyerahkan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada warga saat Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAWdi Masjid Baiturrohim Dusun Sumberan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Poncowarno, Selasa (30/1).

“Alhamdulillah bantuan beras ini disalurkan ke KPM di semua kecamatan yang ada di Kebumen. Di mana hari ini kita salurkan di Kecamatan Poncowarno sebanyak 2.133 orang,”ujar Arif Sugiyanto.

Bupati mengatakan, Bansos Beras dari Pemerintah Pusat tidak lain untuk menekan inflansi, dampak dari kenaikan harga  bahan pokok. Bantuan tersebut terus dikucurkan kepada KPM yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Bantuan beras 10 Kg untuk setiap KK penerima ini, ditujukan untuk menanggulangi kekurangan pangan yang dapat berdampak pada krisis pangan dan untuk pengendalian inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga,”ujar Bupati.

blank
Bupati Arif Sugiyanto menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAWdi Masjid Baiturrohim Dusun Sumberan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Poncowarno, Selasa (30/1).(Foto:SB/Kominfo Kbm)

Menurut Bupati, bantuan pangan beras gratis akan berlangsung dari Januari hingga Februari 2024. Hal ini sebagai upaya nyata pemerintah dalam memperhatikan dan membantu rakyatnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terpancing provokasi yang berujung pada sentimen negatif terhadap Pemerintah. Padahal informasi yang diterima masyarakat belum tentu 100 persen benar.

“Bantuan cadangan beras gratis ini adalah bentuk upaya nyata Pemerintah kepada semua daerah, agar bagaimana ketika masyarakat sedang mengalami kesulitan, pemerintah bisa memberikan respons yang cepat,”ujarnya.

Bupati berharap masyarakat menerapkan konsumsi beras yang terukur dan berimbang, dengan memperbanyak sayur mayur serta lauk pauk bergizi lainnya. Hal itu semata-mata demi meningkatkan mutu kesehatan masyarakat.

“Konsumsi berasnya ini harus terukur dan berimbang ya bapak/ibu sekalian, perbanyaklah makan sayur mayur dan lauk pauk bergizi lainnya, supaya bapak/ibu beserta keluarga sehat,”ujarnya.

Bantuan beras ini dikelola oleh Badan Pangan Nasional dengan menggandeng Bulog, dan PT Pos Indonesia yang menyalurkan sampai ke pelosok desa.

Komper Wardopo