blank
Pihak PLN mengangkat tiang li9strik yang roboh mengg8unakan crane, Sabtu malam (2/12/2023). Foto: Tya Wiedya

GROBOGAN (SUARABARAU.ID) –Delapan desa di Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan mengalami kegelapan selama sekitar 10 jam sejak pukuyl 19.30, Sabtu, 2 Desember 2023.

Padamnya aliran listrik ini terjadi akibat robohnya lima tiang listrik yang penyebabnya adalah akibat terjadinya gerusan tanah.

Kelima lokasi di Desa Curut, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Sementara dampak listrik yang padam terjadi di Bendungan Desa Kramat, Desa Watupawon, Desa Pengkol, Desa Leyangan, Desa Karangwader, Desa Kluwan dan Desa Karangpahing serta Desa Winong.

Menurut Manajer PLN ULP Purwodadi, Mahardika Ferry, menjelaskan, adanya alat pengamanan yang bekerja pada jaringan distribusi tenaga listrik yang kemudian dilanjutkan dengan pengecekan di lapangan oleh petugas teknik.

“Setelah kita cek, ternyata ada lima tiang yang roboh di Desa Curut, Kecamatan Penawangan. Awalnya disistem proteksi kita bekerja dan ditambah adanya informasi dari warga Desa Pengkol tentang listrik padam, setelah itu kita cek dan hasil pengecekan dilapangan ada tiang PLN yang roboh di Desa Curut,” ujar Mahardika.

Pada saat melakukan pengecekan, petugas PLN menemukan pole atau tiang ini roboh karena tanah di sekitar tiang tersebut tergerus.

“Kalau lihat kondisinya karena tanahnya tergerus. Dari sisi alam, ini mungkin efek peralihan cuaca ke kondisi hujan setelah lama kemarau, sehingga tanahnya basah dan tergenang,” ujar Mahardika.

blank
Perbaikan tiang yang robh, dan insert keadaan tiang saat dalam perbaikan siang hari. Foto: Tya Wiedya

Mahardika menambahkan, dirinya belum bisa memastikan apakah robohnya lima tiang PAL ini karena dampak hujan intensitas tinggi di wilayah tersebut yang terjadi sejak siang hingga malam hari.

Diangkat Pakai Crane

Untuk perbaikan tiang PAL ini, pihak PLN ULP Purwodadi menggunakan crane guna penanaman ulang di titik yang roboh tersebut.

“Kita memerlukan tim crane untuk penanaman ulang. Untuk lokasi yang bisa kami nyalakan, kami nyalakan lebih dulu. Tim terus bekerja keras untuk melakukan perbaikan tiang roboh hingga akhirnya pada pukul 06.30 WIB, listrik bisa kembali menyala,” ujar Mahardika.

Mahardika mengatakan, sebelumnya estimasi perbaikan membutuhkan waktu enam jam. Namun, adanya kendala membuat proses perbaikan melebihi dari estimasi awal.

“Kami minta maaf jika ada pergeseran karena asumsi awal ditegakkan kembali, namun ternyata perlu digeser titiknya. Dari sisi jangkauan crane terbatas sehingga ada proses pendekatan tiang ke titik jangkauan crane supaya aman dalam proses pengerjaan pengambilan tiang yang roboh,” jelas Mahardika.

Sekitar pukul 05.00 WIB, semua tiang sudah kembali tegak, namun perlu adanya penguat agar tidak mudah roboh. Sekitar 90 menit kemudian, listrik kembali menyala.

Permohonan Maaf

Jajaran PLN ULP Purwodadi memohon maaf atas terganggunya pelayanan listrik di wilayah Kecamatan Penawangan, khususnya di delapan desa yang terdampak robohnya lima tiang PAL tersebut.

“Kami memohon maaf atas terganggunya pelayanan listrik akibat dampak lima tiang yang roboh di wilayah Desa Curut, Kecamatan Penawangan. Tim sudah bekerja keras di lapangan sehingga penegakan tiang PAL bisa dilakukan kurang dari 12 jam dan kami berterima kasih kepada masyarakat yang memberikan info terkait gangguan listrik yang terjadi pada kemarin malam hingga pagi tadi,” tambah Mahardika.

Pihaknya meminta kepada masyarakat jika terdapat gangguan listrik di wilayahnya masing-masing, bisa segera melapor lewat PLN Mobile.

Tya Wiedya