blank
Anggota Tim PkM USM, Drs Wawan Setiawan MM mencoba hasil produksi dengan alat bantuan berupa mesin pemotong jenang di UD Al-Husna di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus", baru-baru ini. (Foto:News Pool USM)

KUDUS (SUARABARU.ID) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (PkM USM) melakukan pengabdian dengan tajuk “Peningkatan produktivitas usaha Jenang pada UD Al-Husna di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus”, baru-baru ini.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua Dr Titin Winarti SKom MM, anggota Drs Wawan Setiawan MM dan Edi Widodo SKom MKom.

Ketua Tim PkM USM, Dr Titin Winarti SKom MM mengatakan, pengabdian ini berfokus pada penyelesaian masalah UMKM dengan memberikan bantuan berupa mesin pemotong jenang untuk meningkatkan efisiensi produksi, pengadaan alat pemasak jenang untuk meningkatkan kapasitas produksi, dan pelatihan management produksi dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP).

“Kegiatan ini berjalan karena hibah PkM dari Kemendikbud Ristek pada batch kedua. Sejak mendapat hibah tersebut, kami segera bergerak untuk melakukan koordinasi dengan mitra UMKM mengenai peaksanaan kegiatan terutama dalam hal pengadaan alat pemotong jenang untuk mendongkrak jumah produksi jenang UD Al Husna. Saat ini pembuatan alat potong sudah dalam tahapan akhir atau tahap uji coba,” tuturnya.

Menurutnya, tahapan-tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian memerlukan waktu yang cukup lama karena riset yang lebih mendalam diperlukan dalam pembuatan mesin.

“Namun hal ini adalah langkah yang penting untuk memastikan alat pemotong jenang yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik dan setelah seesainya aat produksi berupa mesin potong Jenang ini dengan melalui kegiatan penyuuhan, pendampingan, dan praktik pada aspek produksi, aspek pemasaran dan aspek manajemen. Kami berharap, bantuan tersebut dapat mendongkrak produksi jenang kudus UD Al Husna menjadi 500 kg per hari (66,6%) dari produksi saat ini yang hanya mampu memproduksi 300 kg jenang per hari,” jelasnya.

Dengan terpenuhinya permintaan pasar untuk produk Jenang Kudus, katanya, secara ototmatis dapat meningkatkan keuntungan bagi UD Al husna yang akan berimbas pada kesejahteraan para karyawannya serta masyarakat lainnya yang turut memasarkan jenang tersebut.

Sementara itu, Pemilik UD Al Husna, Nurul Huda mengatakan, dalam aspek produksi terdapat kendala yang paling dirasakan oleh mitra yaitu dalam proses pemotongan jenang masih dilakukan secara manual menggunakan pisau pemotong, dipotong dalam ukuran yang sudah ditentukan, dilakukan penimbangan kemudian dibungkus manual menggunakan plastic kemasan.

“Proses manual ini, disamping membutuhkan waktu yang lebih lama, tenaga kerja yang lebih banyak juga berat jenang dalam kemasan tidak bisa tepat sesuai ukuran. Dalam sehari, kapasitas produksi hanya mampu memproses 60 loyang jenang, atau setara dengan 300 Kg jenang, dengan jam kerja dari pukul 08.00 s.d. 15.00 WIB, yang dikerjakan oleh 12 orang tenaga kerja,” ungkapnya.

Dia berharap, dengan adanya bantuan serta pengabdian dari tim PkM USM ini dapat mengoptimalkan kapasitas produksi yang belum mampu mencukupi permintaan pasar, karena keterbatasan alat produksi berupa mesin pemasak dan pemotong jenang.

Muhaimin