blank
Negosiasi gagal, massa pendemo menjadi anarkis dan beringas. Ujungnya, mereka bentrok dengan petugas.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Polres Wonogiri, Senin (25/9), menggelar simulasi Sistem Pengamanan Dalam Kota (Sispamkota). Dalam simulasi ini, diskenario massa pendemo beringas dan berujung bentrok dengan petugas, setelah gagal dilakukan negosiasi.

Kapolres Wonogiri AKBP Andi M Indra Waspada Amirullah, yang tampil memimpin langsung simulasi Sispamkota, memberikan pengarahan agar anggota mengedepankan pendekatan secara persuasif dan humanis.

Awalnya, diturunkan Tim Negosiator yang terdiri atas personel Polwan. Namun, usaha negosiasi dengan massa pendemo gagal. Tindakan tegas pun terpaksa dilakukan aparat, untuk memukul mundur massa yang beringas dan anarkis. Yakni dengan menurunkan pasukan Dalmas Samapta Polres Wonogiri serta menurunkan kendaraan water canon.

Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, simulasi Sispamkota ini, digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti depan Kantor Bupati Wonogiri. Ikut hadir, Dandim 0728 Letkol (Inf) Deny Octavianto bersama jajaran Forkopimda, Wakil Bupati (Wabup) Setyo Sukarno.

Juga hadir, Wakapolres Kompol Andi M Akbar Mekuo beserta para Pejabat Utama (PJU) Polres, para Pimpinan OPD terkait, para Ketua Partai Politik (Parpol), Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Ketua Bawaslu, serta undangan terkait lainnya.

Teknis pelaksanaan simulasi Sispamkota, diawali dari patroli gabungan TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah dan Bawaslu, untuk memantau jalannya pencoblosan dan penghitungan suara Pemilu. Dilanjut pada penghitungan hasil Pemilu yang diwarnai kemunculan penyampaian aspirasi oleh massa di Kantor KPU dan Kantor Bupati.

Tidak Puas

Aksi massa pendemo ini, dilakukan saat mereka tidak puas terhadap penghitungan suara Pemilu. Bahkan sempat melakukan tindakan penculikan Ketua KPU, dan berujung bentrok dengan petugas. Tapi semua itu akhirnya dapat diatasi, dan tahapan Pemilu berhasil dilaksanakan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

Kapolres, menyatakan, simulasi Sispamkota penting dilakukan, untuk mengecek sejauh mana kesiapan personel beserta sarana dan prasarana yang dipakai dalam Operasi Mantap Brata 2024 dan kiat pengamanan Pemilu 2024.

Untuk menghadapi kontijensi konflik sosial, tandas Kapolres, dibutuhkan sinergitas, kerjasama dan koordinasi dengan semua aparat keamanan beserta seluruh pemangku kepentingan. Hal ini penting dilakukan, dalam upaya menjaga kondusivitas dan kelancaran seluruh tahapan pemilu.

Menurut Kapolres, kesiapsiagaan petugas harus terus dijaga, tidak boleh lengah, karena situasi setiap saat bisa saja berubah dengan sangat dinamis.

Kepada seluruh masyarakat, calon legislatif (caleg) dan tim suksesnya, harus mengendepankan persatuan dan kesatuan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akibat adanya perbedaan pandangan dan pilihan dalam berpolitik.

”Mari bersama-sama menjaga kondusivitas demi menyukseskan Pemilu 2024 agar berjalan aman, lancar dan damai,” tandas Kapolres.
Bambang Pur