Ilustrasi larung kepala kerbau (Foto: Istimewa).

JEPARA (SUARABARU.ID)- Tradisi pesta Syawalan atau yang biasa disebut dengan pesta Lomban di Kabupaten Jepara masih terus dilestarikan hingga hari ini. Perayaan sedekah laut yang digelar dengan melarung kepala kerbau akan dirangkai menjadi satu dengan Hari Jadi Jepara yang ke- 476.

Agenda kegiatan pesta Lomban dan Hari Jadi Jepara yang ke 476.

Pesta Lomban kali ini akan jatuh pada Senin (7/4/2025) sesuai dengan hitungan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri. Tradisi yang kental dengan masyarakat pesisir pantai utara ini akan diawali dengan ritual larung kepala kerbau sebagai simbol sedekah laut dan ucapan syukur atas hasil tangkapan laut yang melimpah selama ini.

Pemerintah Kabupaten Jepara mengagendakan Pesta Lomban dengan diawali penyembelihan hewan kerbau pada Minggu, (6/4/2025) di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jepara. Kemudian pada dilanjutkan dengan ziarah kubur ke makam sesepuh di Kelurahan Ujung Batu, Mbah Ronggo Mulyo dan sesepuh Kelurahan Bulu, Cik Lanang.

BACA JUGA: Setelah Sempat Absen, Festival Kupat Lepet akan Meriahkan Pesta Lomban tahun 2025

Masih di hari yang sama, pada pukul 19.30 akan diadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu Jepara. Paginya, Senin (7/4/2025) adalah puncak dari Pesta Lomban yaitu pelarungan kepala kerbau di TPI Kelurahan Ujungbatu pada pukul 07.00 Wib.

Setelah pelarungan kepala kerbau, Pemkab Jepara akan melanjutkan dengan berziarah ke makam para sesepuh Jepara. Di antaranya, makam Sayyid Abu Bakar Al Hadad (Mbah Panggang), Pangeran Syarif Saripan, Tjitrosomo II Bapangan, Tjitrosomo Sendang, Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat Mantingan, serta Mbah Daeng Krapyak.

Rabu, (9/4/2025) pagelaran sendra tari Ratu Kalinyamat di Pendapa RA Kartini Jepara, dilanjutkan prosesi buka luwur makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat Mantingan. Kamis, (10/4/2025) upacara Hari Jadi Jepara di Alun-alun 1 Jepara.

ua