Oleh: Ustadz Nanang Niamillah
JEPARA (SUARABARU.ID)- Lebaran bukan hanya tentang baju baru, ketupat, dan silaturahmi. Lebaran adalah momen kemenangan setelah sebulan penuh kita ditempa dalam Ramadan. Tapi, setelah gema takbir mereda, pertanyaannya, apakah semangat Ramadan akan tetap menyala atau justru padam begitu saja?
- Jangan Sampai Kembali ke Kebiasaan Lama
Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri—bukan cuma dari makan dan minum, tapi juga dari amarah, ghibah, dan kebiasaan buruk lainnya. Jangan sampai setelah Idul Fitri, kita malah kembali ke pola lama. Kalau selama puasa bisa sholat tepat waktu, ngaji rutin, dan menjaga lisan, kenapa setelah Lebaran malah kendur?
- Buat Resolusi Pasca Ramadan
Momentum Lebaran ini bisa kita manfaatkan untuk membuat resolusi baru. Nggak perlu muluk-muluk, cukup dengan mempertahankan kebiasaan baik yang sudah kita bangun selama Ramadan. Misalnya:
- Tetap menjaga sholat lima waktu tepat waktu.
- Melanjutkan tilawah Al-Qur’an, meski hanya satu halaman per hari.
- Tetap bersedekah meski tidak dalam jumlah besar.
- Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman.
- Konsisten, Bukan Sekadar Euforia
Banyak orang yang semangat beribadah saat Ramadan, tapi setelah itu seakan-akan hilang tenaga. Agar tidak kembali ke titik nol, kita perlu komitmen. Salah satu caranya adalah dengan membuat kebiasaan kecil yang mudah dijalankan. Misalnya, tetap berpuasa sunnah Senin-Kamis agar semangat Ramadan tetap terasa.
BACA JUGA: Ini Tata Cara Pembayaran Zakat via Online yang Wajib Kamu Ketahui!
- Momen Maaf-Memaafkan, Bukan Sekadar Formalitas
Lebaran identik dengan saling memaafkan. Tapi, jangan sampai ini hanya sekadar basa-basi. Maafkan dengan tulus dan, yang lebih penting, jangan mengulang kesalahan yang sama. Jika kita pernah menyakiti seseorang, gunakan momen ini untuk benar-benar berubah.
- Perbanyak Amal, Perbanyak Manfaat
Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peduli. Jangan biarkan itu berhenti setelah Lebaran. Mulailah dengan hal sederhana, seperti membantu orang tua, berbagi makanan dengan tetangga, atau aktif di kegiatan sosial.
Lebaran adalah awal, bukan akhir. Ramadan telah melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Sekarang, tugas kita adalah menjaga dan meningkatkan apa yang sudah kita bangun.
BACA JUGA: Bolehkah Zakat Fitrah Secara Online, Begini Penjelasannya
Jangan sampai semangat Ramadan hanya jadi kenangan. Mari jadikan Lebaran sebagai langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik! Selamat Idul Fitri, semoga kita semua benar-benar kembali ke fitrah dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Penulis adalah Anggota Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Jepara