blank
Para narasumber dalam Suluh Klepu

JEPARA (SUARABARU.ID) – Acara Suluh Klepu kembali digelar oleh Karang Taruna Tunas Muria Klepu bekerjasama dengan Mahasiswa KKN Gardapati IPMAFA Pati. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Rolet Café, Klepu, Kec. Keling, Jepara Minggu 3 September 2023 malam.

Keinginan bertahan dari gempuran teknologi dan budaya asing dan sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul mengemuka dalam dialog Suluh Klepu yang disemarakkan dengan penampilan Kartakustik Band.

blank
Narasumber dalam dialog Suluh Klepu

Suasana dialog dengan muatan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan religiusitas itu dihadiri oleh seluruh tokoh masyarakat Klepu meliputi BPD, Ketua RT, Ketua RW, Perangkat Desa, Pemuda Ansor, tokoh agama, pemuda dukuh, serta masyarakat umum baik dari Desa Klepu maupun luar desa seperti Damarwulan, Jlegong, Kelet, Mojo, dan Bandungharjo.

Ketua Karang Taruna Klepu Mufarih Ni’am menjelaskan bahwa acara Suluh Klepu dilaksanakan sebagai ajang dialog masyarakat untuk menambah wawasan pengetahuan baik agama, sejarah, pendidikan dan kebudayaan. Ia berharap agar kegiatan tersebut bisa menjadi gerakan generasi muda untuk bersatu, berekspresi, dan meningkatkan intelektualitas.

blank
Tokoh masyarakat dan narasumber dialog Suluh Klepu

‘Suluh Klepu ini memang dikemas sebagai acara dialog santai tapi berisi. Materi yang dibahas sebisa mungkin bisa menyentuh seluruh aspek baik agama, sejarah, pendidikan dan kebudayaan. Semoga kegiatan ini dapat menyatukan semangat generasi muda Klepu sebagai ajang ekspresi sekaligus ajang berfikir untuk meningkatkan mentalitas dan intelektual.’ ucap Mufarih

Bertemakan ‘Membedah Zaman’, Panitia menghadirkan tiga narasumber untuk memberikan wawasan dalam kegiatan tersebut. Ketiga narasumber yang hadir yakni seorang penulis sejarah Hadi Priyanto, pemerhati sejarah sekaligus Sekcam Keling Lulut Andi Ariyanto dan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UNISNU Jepara Abdul Wahab Saleem.

blank
Penyerahan buku dari Hadi Priyanto kepada Petinggi,, Karang Taruna dan Perpustakaan Klepu

Uraian materi dari tiga narasumber dengan disiplin ilmu yang berbeda-beda membuat suasana Suluh Klepu menjadi hidup dan menarik. Hadi Priyanto dengan pendekatan sejarah, mampu menguraikan sisi heroik dari tokoh-tokoh Jepara yang mempunyai peran besar dalam perjuangan bangsa serta keluhuran budi pekerti seperti RMP Sosrokartono, RA Kartini, Citro Mangunkusumo, sampai Ratu Kalinyamat.

Lulut Andi Ariyanto yang selama ini intens dalam pelestarian cagar budaya dan kearifan lokal, juga menceritakan pengalaman yang diperoleh selama ini. Bahwa di luar aktivitas formalnya, ia menemukan banyak hal yang menarik di lingkungan Kecamatan Keling, baik peninggalan-peninggalan bendawi maupun non bendawi.
Selain peradaban besar yang pernah hidup di tanah ini dari zaman ke zaman, ia juga menekankan pentingnya melestarikan keasrian alam. Karena sudah waktunya kita mempunyai cara pandang yang berbeda tentang wisata desa agar tidak hanya sekedar meniru tren wisata modern yang mengesampingkan kekayaan alam sekitar.

Sementara Abdul Wahab Saleem yang akrab disapa Gus Awas mengeksplorasi zaman kenabian, zaman nusantara dengan perjuangan para wali, hingga zaman milenial yang sarat dengan kemajuan teknologi digital. Secara lebih mendalam ia menjelaskan bahwa setiap zaman tentu mengandung kearifan-kearifan sekaligus tantangan yang tidak hanya berlangsung di masa lampau namun masih dialami oleh manusia zaman sekarang ini.

blank
Narasumber dan Karang Taruna Tunas Muria Klepu dan Mahasiswa KKN Gardapati IPMAFA Pati.

Gus Awas mengajak seluruh jamaah untuk muhasabah sekaligus mengelaborasi nilai-nilai kebaikan terutama keluhuran budi pekerti jawa agar tetap lestari di era digital seperti saat ini.

Penjelasan dari para narasumber mampu memantik daya fikir para jamaah, sehingga usai pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi diskusi. Mereka terbagi dalam dua sesi tanya jawab, dan semua pertanyaan mampu direspon oleh ketiga narasumber secara tuntas.

Petinggi Klepu H. Sutoyo memberikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terlenggaranya kegiatan Suluh Klepu sebagai jembatan pembangunan sumber daya manusia Klepu. Ia juga berharap agar kegiatan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.

‘Apresiasi yang luar biasa kami berikan kepada seluruh panitia atas terlenggaranya Suluh Klepu. Karena acara seperti ini yang tentunya bisa menjadi jembatan untuk membangun pola pikir masyarakat, sebagai upaya untuk kemajuan sumber daya manusia Klepu. Semoga acara ini bisa berlangsung secara berkelanjutan.’ ucap Sutoyo.

Hadepe- Ahmad Khoirul Anwar