blank
Rupiah Borobudur Playon : Run for Charity di Taman Lumbini, Taman Wisata Candi Borobudur menjadi edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah yang dikampanyekan Bank Indonesia. Fot: doc.BI/ist

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Bank Indonesia mengajak masyarakat Jawa Tengah lebih memahami makna Rupiah sebagai penggerak ekonomi melalui edukasi sistem pembayaran tunai dan nontunai.

Edukasi dilakukan dengan kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah yang digaungkan pada Rupiah Borobudur Playon: Run for Charity di Taman Lumbini, Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (8/7/2023).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono; Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno; dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Magelang, M. Mansyur; Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Fitria Irmi Triswati; Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI, Hari Widodo, dan penggiat gaya hidup sehat, Melanie Putria.

Pada sesi Bincang Milenial Paham Rupiah bertajuk Membangun Kesehatan Jasmani, Rohani dan Finansial, Hari Widodo menekankan kesehatan finansial dapat mendukung kesehatan jasmani dan rohani, hal itu dikampanyekan melalui Cinta Bangga Paham Rupiah.

“Pesan yang disampaikan antara lain, Cinta Rupiah dengan mengenali karakteristik, merawat dan menjaga Rupiah; Bangga Rupiah dengan memahami rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, simbol kedaulatan dan alat pemersatu bangsa,” katanya.

Sementara itu, untuk pesan Paham Rupiah, Hari menekankan Rupiah sebagai alat penyimpanan. Pengunjung diajak bertransaksi secara bijak dengan membedakan kebutuhan dan keinginan dalam berbelanja dengan melakukan perencanaan keuangan.

“Bertransaksi bijak juga dapat dimaknai dengan menabung dan melakukan investasi untuk menyimpan nilai Rupiah di masa yang akan datang di lembaga keuangan resmi yang memiliki izin dari otoritas terkait,” katanya.

Sebagai penutup, Hari mengatakan bahwa membangun rasa Cinta Bangga Paham Rupiah artinya masyarakat berperan dalam menjaga kedaulatan negara dan pembangunan ekonomi bangsa.

Sejalan dengan hal tersebut, Fitria Irmi menyampaikan bahawa perkembangan global yang bergerak dengan cepat sehingga Bank Indonesia sebagai otoritas merespon dengan menyediakan infrastruktur pembayaran nontunai.

“Sistem pembayaran nontunai bertujuan untuk menunjang keamanan dan kemudahan transaksi. Salah satu sistem pembayaran yang didorong adalah QRIS sebagai salah satu game changer dalam pembayaran digital,” katanya.

QRIS bertujuan untuk mengakselerasi inklusi ekonomi dan keuangan digital, termasuk memperkuat interkoneksi dan interoperabilitas sistem pembayaran. Saat ini tercatat 184,29 juta transaksi atau tumbuh 152% (yoy) dengan nominal transaksi Rp 18,08 T atau tumbuh 175% (yoy) dan akan terus didorong untuk tetap tumbuh.

Selain itu, QRIS dapat memfasilitasi masyarakat dalam melakukan pengelolaan keuangan karena tercatat secara digital baik bagi pengguna dan merchant. Bagi merchant, QRIS dapat memperluas akses keuangan dengan membangun credit scoring dan meningkatkan pendapatan usaha bagi pedagang.

“Milenial diajak untuk memanfaatkan potensi sistem pembayaran digital dalam perencanaan keuangan yang lebih terintegrasi, seperti kanal pembayaran terkini, QRIS, dengan disertai kesadaran akan keamanan bertransaksi digital,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Mansyur menekankan pentingnya sehat jasmani, rohani dan finansial. Dalam upaya mendukung kesehatan jasmani, Pemerintah Kota Magelang membangun infrastruktur olahraga dan membina atlet potensial melalui KONI.

Sementara itu, dukungan terhadap kesehatan rohani dilakukan salah satunya dengan program Magelang Kota Agamis, yaitu pengembangan kampung religi. Selanjutnya, Mansyur menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Magelang terhadap kesehatan finansial melalui kerjasama antara pemerintah, instansi perbankan, instansi pendidikan dan pelaku usaha.

“Kegiatan literasi dan edukasi digiatkan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui program Satu Rekening untuk Satu Pelajar (Kejar) untuk segmen pelajar guna mempersiapkan generasi muda melek keuangan dan investasi,” katanya.

Dukungan terhadap UMKM dilakukan dengan program Magelang Kelurahan Entrepreneurship Center (Magelang Keren) dan program kredit UMKM bekerjasama dengan perbankan untuk meningkatkan kapabilitas dan skala bisnis UMKM.

Sementara itu, dalam hal tata kelola pemerintahan, Pemerintah Kota Magelang melakukan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk penerimaan pajak dan retribusi melalui kanal-kanal pembayaran digital seperti QRIS.

“Saya mewakili Pemkot Magelang menekankan bahwa perluasan sistem pembayaran digital sebagai kunci percepatan pertumbuhan ekonomi Kota Magelang,” kata Masyur menjelaskan lebih lanjut.

Rupiah Borobudur Playon turut dimeriahkan oleh atlet lari nasional Elizar Ghamasi, Nugroho, Basunjaya dan Samson Karega Kamau dan 1.750 pelari lainnya dengan kategori lari 5K, 7K dan 10K.

Kegiatan tersebut ditutup dengan pemberian donasi kepada desa-desa di sekitar Borobudur untuk mendukung pembangunan akses air bersih, akses jalan, sarana ibadah dan sarana edukasi.

Donasi yang terkumpul sebesar Rp 149.769.400 dengan metode pengumpulan donasi melalui QRIS. Selain edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, masyarakat diajak merasakan langsung praktik pakai QRIS yang digunakan sebagai kanal pembayaran pada bazar UMKM.

Hal tersebut sebagai sarana untuk membiasakan masyarakat bertransaksi secara digital. Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah berharap rangkaian kegiatan yang dilakukan dapat menumbuhkan rasa Cinta Bangga Paham Rupiah kepada masyarakat sekitar.

Hery Priyono