KUDUS (SUARABARU.ID) – Yayasan Pembina (YP) Universitas Muria Kudus (UMK) buka suara menyangkut kisruh yang terjadi di kampusnya menyusul adanya dugaan intimidasi terhadap wisudawan terbaik PGSD, Annisya’ Qona’ah yang dilakukan WR 1 UMK, Sulistyowati. Pihak Yayasan bakal menggelar rapat internal guna menyikapi masalah tersebut.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan Ketua YP UMK, Wahyu Wardhana usai menghadiri audiensi bersama Bupati di pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (6/6). Dalam audiensi tersebut turut hadir pula Annisya’ bersama perwakilan mahasiswa, dosen, serta sejumlah alumni yang tergabung dalam IKA FH UMK.
”Nanti kami bicarakan rapat internal, ini belum bisa kami sampaikan dahulu,” ungkapnya.
Meski demikian, Wahyu mengatakan dalam audiensi yang digelar tertutup tersebut, salah satu pokok persoalan yang dibahas adalah dugaan intimidasi terhadap Annisya’. Selain itu, pembicaraan juga terkait pula dengan tuntutan pencopotan Sulistyowati dari jabatan WR 1 serta pemecatan yang bersangkutan sebagai dosen UMK.
”Poin besarnya mengenai intimidasi ke mahasiswa, kemudian tentang pemecatan. Akan kami koreksi dulu,” tambahnya.
BACA JUGA:
Ikatan Alumni Fakultas Hukum Desak Wakil Rektor 1 UMK Dicopot
WR 1 UMK Diduga Intimidasi Mahasiswa, Singgung Orang Tua yang Sudah Meninggal
Pihak yayasan juga sudah menerima seluruh masukan dari Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKA FH) UMK, mahasiswa, dan Bupati Kudus HM Hartopo dalam kesempatan audiensi tersebut.
Pihak pengurus yayasan sendiri, sambung Wahyu, sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Pihak pengurus yayasan juga sudah sempat melakukan teguran terhadap yang bersangkutan (WR 1, red).
”Selama ini teguran sudah pernah dilakukan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, WR 1 UMK Sulistyowati diduga melakukan intimitasi tehadap Annisya’ Qona’ah salah satu wisudawati terbaik di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Bahkan, ironisnya WR 1 diduga menyinggung kedua orang tua Annisya yang sudah meninggal. Dugaan intimidasi ini dilakukan saat gladi bersih bersama wisudawan terbaik lain beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Sulistyowati Hanya Ingin Pastikan Annisya’ Tak Bikin Gaduh saat Wisuda UMK
Sulistyowati dalam kesempatan terakhir menolak memberikan konfirmasi atas persoalan ini. Namun, dalam kesempatan sebelumnya Sulistyowati sempat menyampaikan bahwa upaya yang dilakukan hanya untuk memastikan prosesi wisuda UMK pada 30 Mei 2023 silam berjalan dengan tertib.
Sementara, Ketua IKA FH UMK, Akhwan menegaskan akan terus mengawal tuntutan pemecatan Sulistyowati. Setelah menyampaikan langsung kepada pihak Yayasan, pihaknya juga akan berkirim surat kepada Kemendikbud Ristek serta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
“Kami tetap akan mengawal persoalan ini dan tetap menuntut agar WR1 UMK dicopot dari jabatannya,”tandasnya.
Ali Bustomi













