blank
Evita Nursanty saat memberikan pemaparan terkait dengan KUR yang bisa dimanfaatkan petani di Grobogan, Sabtu, 3 Juni 2023. Foto: Tya Wiedya

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty mendengarkan langsung uneg-uneg para penyuluh pertanian di Kabupaten Grobogan.

Dialog bersama antara Evita Nursanty dengan para petani terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Peluang dan Tantangan

Pembiayaan Perumahan di Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi, Sabtu 3 Juni 2023.

Sosialisasi ini digelar dengan mengundang para penyuluh pertanian se-Kabupaten Grobogan.

Hadir juga Kepala Dinas Pertanian Sunanto, anggota DPRD Kabupaten Grobogan Lusiana Indah Artani dan juga perwakilan dari BTN sebagai pembicara.

Sebelumnya, Evita Nursanty mengapresiasi peran serta Bank Tabungan Negara atau BTN dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo sejak tahun 2015 hingga 2022 telah terealisasi 1.117.491 unit rumah di Indonesia.

Evita menegaskan, BTN telah melaksanakan fungsinya sebagai bank yang fokus pada pembiayaan rumah rakyat.

“Kita mengapresiasi peran aktif BTN yang sangat penting dalam menjalankan fungsinya sebagai bank yang fokus pada pembiayaan rumah rakyat,” ujar Evita.

“Dan ini perlu didukung oleh berbagai stakeholder termasuk Komisi VI DPR RI agar BTN bisa lebih besar lagi dalam membiayai rumah rakyat, khususnya yang berpenghasilan rendah,” tambahnya.

Pihaknya juga mengatakan jika BTN adalah mitra kerja pemerintah yang handal dalam program perumahan.

Menurutnya, BTN sudah berperan besar dalam program pembiayaan dan penyediaan perumahan di Indonesia.

“Selain itu kolaborasi BTN juga mewujudkan ekosistem perumahan yang handal sehingga mampu memacu pembangunan perumahan di Indonesia,” tambah Evita Nursanty.

BTN sendiri tidak hanya berperan dalam program rumah bersubsidi, namun juga berperan dalam penyaluran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Inilah yang bisa menjangkau lebih banyak masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Hari ini kita mengundang para penyuluh pertanian untuk sosialisasi tentang peluang dan tantangan pembiayaan perumahan. Dimana BTN juga berperan serta di dalamnya,” ujar Evita.

Evita Nursanty menjelaskan tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah memberikan pengetahuan kepada para petani tentang masalah dan tantangan yang dihadapi, terutama tentang KUR.

“Kemarin-kemarin masalah yang dihadapi para petani ini adalah KUR. Kesulitan untuk mendapatkan KUR karena mungkin ada yang sudah mendapatkan pinjaman di tempat lain, namun dengan aturan-aturan yang baru, hal itu bisa dilakukan oleh para petani untuk mendapatkan KUR sesuai dengan penjelasan dari BTN,” jelas Evita.

Meski bisa memperoleh KUR dengan aturan baru, namun untuk bunga yang dikenakan berbeda. Ada yang 0,5 persen dan ada yang 7 persen.

“Dengan penjelasan-penjelasan dari BTN ini diharapkan bisa memudahkan para petani yang membutuhkan KUR untuk permodalan mereka,” ujar Evita Nursanty.

Pihaknya berharap, Kabupaten Grobogan adalah penyangga pangan terbesar kedua secara nasional harus bisa memperhatikan para petaninya.

“Kita tahu bahwa Grobogan adalah penyangga pangan kedua secara nasional. Karena sebagai penyangga pangan ini, maka para petani di Grobogan juga perlu untuk diperhatikan kesejahteraannya,” tambah Evita Nursanty.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Sunanto membenarkan jika fasilitas KUR bisa dimanfaatkan para petani dengan bunga rendah dengan dua cara.

“Yang langsung ke petani terlihat dari BI ceking. Jikq petani yang sudah punya pinjaman di tempat lain, berarti dia tidak lolos,” ujar Sunanto.

“Untuk sektor pertanian selama ini ada dua model lewat off taker. Kedua langsung ke petani,” tambahnya.

Sunanto menjelaskan, untuk off taker ada yang bertanggung jawab terhadap KUR.

“Memang petani bs langsung dapat dng bantuan pihak ketiga. Yang bisa diterapkan off taker,” jelasnya.

“Caranya, off taker yang sudah disetujui, yang bisa bantu penyaluran KUR. Mereka punya MoU sendiri untuk salurkan untuk pihak perbankan bahwa jaminan tersebut yang digunakan,” tambahnya.

Off taker sendiri adalah mitra bank,  tugas off taker menjembatani antara petani dengan pihak perbankan.

Tya Widya