blank
SD Al Hikmah Surabaya, pemenang pertama Kompetisi Robot Underwater (The 4th ASEAN MATE ROV Competition 2023) kelas Scout. Foto: MATEROV4

SURAKARTA (SUARABARU.ID) – Tiga tim robotik dari Surabaya menjuarai Kompetisi Robot Bawah Air (MATE ROV) ke-4 tingkat ASEAN di Kolam Renang Tirtomoyo, Manahan, Surakarta.

Ketiganya yakni Tim robotik Banyubramanta Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya keluar sebagai juara pertama untuk kelas Explorer dan di kelas Ranger juara pertama dimenangkan tim robotik SMA Negeri 2 Surabaya, serta tim robotik SD Muhammadiyah 1 Sidoarjo memenangi juara pertama.

“Ketiga juara itu yang memeroleh tiket mewakili ASEAN dalam kompetisi internasional di Amerika Serikat, 22-24 Juni 2023 mendatang. Mereka akan bersaing dengan juara dari 53 regional dalam jaringan organisasi nirlaba Marine Advance Technology Education (MATE) yang berbasis di Amerika Serikat,” kata penanggung jawab kompetisi tingkat ASEAN Dhadhang SBW dalam pers release yang diterima Suarabaru.id di Solo, Senin (8/5/2023).

Dhadhang SBW lebih lanjut membeberkan , kegiatan kompetisi berlangsung selama dua hari  dan berakhir minggu 7 Mei 2023 petang. Pemenang lainnya yakni tim robotika Universitas Negeri Jember tampil sebagai runner up kelas Explorer (tingkat mahasiswa).

Sedangkan dua kontingen dari Singapura menduduki peringkat kedua dan ketiga untuk kelas Ranger (SLTP-SLTA). Mereka yakni Lobster, tim robotik dari Singapore American School dan One Degree North, juga dari Singapore American School.

Sedang untuk tingkat dasar, Scout, pemenang kedua adalah SD Al Hikmah Surabaya dan tempat ketiga dimenangkan oleh tim robotik dari SD Islam Al Azhar 38, Bantul.

“Meski jumlahnya minim, antusiasme peserta cukup tinggi. Mereka cukup terampil membereskan kekurangsempurnaan hasil rekayasanya. Kemarin, semua karya tidak lolos safety check. Karena itu, mereka harus memperbaiki terlebih dahulu,” kata  Dhadhang SBW  yang juga pendiri Sekolah Robot Indonesia, Surabaya.

Dikatakan, safety check merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi sebelum diterjunkan ke arena untuk menyelesaikan misi. Dalam kompetisi di bawah MATE di manapun, security check adalah syarat yang tak bisa ditawar.

Namun, seluruh peserta diberi kesempatan memperbaiki dan menyempurnakan di lokasi lomba. Alhamdulillah, kekurangan bisa mereka perbaiki dalam waktu singkat, sehingga satu setengah jam kemudian sudah bisa dipertandingkan.

Pada bagian lain , Dhadhang SBW yang juga alumni kontes robot bawah air menyatakan puas dengan proses kompetisi dan capaian hasilnya. Sukses penyelenggaraan kompetisi di Solo diharapkan bisa berdampak pada minat pelajar dan mahasiswa di sekitar Solo pada rekayasa robotika, khususnya underwater robot.

“Saya dan teman-teman Sekolah Robot Indonesia siap membantu pelajar/mahasiswa atau sekolah yang tertarik mengembangkan robotika, apalagi robot bawah air. Pihaknya berharap bisa kolaborasi juga dengan tim robotika Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Semoga tahun depan kami bisa selenggarakan di Solo lagi, dan semoga sudah ada peserta dari Solo juga,” tambahnya.

 Bagus Adji