blank
Launching program Ayo Sekolah di Wonosobo tahun 2023 diharapkan bisa menurunkan angka ATS. Foto : SB/dok Prokompim

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan masalah pendidikan menempati posisi penting dalam membangun pondasi kemajuan sebuah bangsa. Maka tidak mengherankan jika pemerintah sangat fokus dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pendidikan.

“Melalui visi “Wonosobo Pinter” pemerintah daerah menjadikan masalah tersebut sebagai program unggulan yang sangat diprioritaskan. Gerakan kembali ke sekolah didorong untuk memutus dan mengentaskan anak tidak sekolah (ATS),” tegasnya.

Menurut Afif, Pemkab Wonosobo menggandeng berbagai pihak dan mengkolaborasikan strategi, guna mendukung terwujudnya tujuan program di atas. Salah satunya mengajak jajaran Kodim 0707 untuk ikut mengentaskan ATS di daerah pegunungan ini.

Afif juga menyampaikan bahwa program Mayo Sekolah yang sudah dimulai sejak tahun lalu, bertujuan untuk mengembalikan dan mendorong ATS, yang tidak mudah dihadapi. Mereka tidak mau atau putus sekolah karena berbagai sebab.

“Banyak penyebab anak tidak sekolah. Seperti karena kemiskinan, motivasi rendah, pernikahan dini dan sebagainya. Apalagi menilik masih ada sebanyak 3.301 anak tidak sekolah yang perlu dilakukan verifikasi dan validasi guna dilakukan intervensi,” ujarnya.

Dikatakan, dengan masih banyaknya anak tidak sekolah, maka di tahun 2023 ini dipandang perlu adanya perluasan kolaborasi dengan Kodim 0707, untuk menggugah kesadaran masyarakat atas pentingnya pendidikan, termasuk dalam penanganan ATS dan memajukan program pendidikan lainnya.

Afif juga berharap implementasi program ini mampu meningkatkan angka partisipasi sekolah (APS), yang diharapkan akan bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki daya saing dan produktivitas tinggi.

SDM Berkualitas

blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat meneken MoU dengan Kodim 0707 untuk penanganan ATS. Foto : SB/dok Prokompim

“Apalagi mengingat tahun 2023 ini adalah masa percepatan, yang saya harapkan seluruh jajaran Pemkab Wonosobo, dapat saling bahu-membahu mengentaskan berbagai persoalan yang masih dihadapi di daerah ini” tambah Afif.

Menurut Bupati, butuh kolaborasi dan kerja keras untuk mengentaskan permasalahan ATS, sembari terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri karena permasalahan ini cukup kompleks.

“Mari bersama-sama menyukseskan program prioritas pemerintah daerah, guna membangun pondasi mendasarkan pengembangan SDM yang berkualitas. SDM yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan daerah,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Tono Prihatono menyebut perjalanan program Mayo Sekolah yang dimulai tahun 2022, terdapat sebanyak 3.587 ATS. Sebanyak 228 bisa kembali bersekolah, 89 di sekolah formal dan 139 sekolah nonformal. Saat ini masih ada 3.301 ATS.

“Program Mayo Sekolah ini, melibatkan OPD, Kecamatan, Desa/Kelurahan, satuan pendidikan formal dan non formal. Kami menyediakan beasiswa kepada anak yang mau kembali ke sekolah. Mereka bisa sekolah gratis atas fasilitas beasiswa dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Besaran beasiswa per semester, lanjut dia, siswa SD/MI Rp 300 ribu, SMP/MTs Rp 600 ribu, SMA/MA Rp 900 ribu, Kejar Paket A Rp 225 ribu, Kejar Paket B Rp 400 ribu dan Kejar Paket C Rp 600 ribu.

Dandim 0707, Letkol Inf Rahmat, SE MSi menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah untuk ikut mengatasi ATS. Sebuah amanah yang akan dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga ATS bisa segera teratasi guna menurunkan angka kemiskinan di daerah ini.

“Permasalahan ATS menjadi tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya diatasi oleh pemerintah saja. Harus didukung oleh banyak pihak. Danramil dan Babinsa akan ikut jadi ujung tombak penanganan ATS di lapangan,” tegasnya.

Muharno Zarka