blank
Polisi melakukan siaran keliling kampung untuk memberi imbauan warga, hari ini. Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Sabtu (11/3) pukul 12.12 WIB berupa guguran lava disertai luncuran awan panas telah menimbulkan abu vulkanik di beberapa daerah di Kabupaten Magelang. Antara lain di wilayah Kecamatan Dukun dan Srumbung.

Kapolresta Magelang, Kombes Pol Ruruh Wicaksono, mengatakan, Kepolisian, TNI, stakeholder, dan relawan membantu masyarakat seperti membagikan masker, pembersihan jalan, bantuan obat-obatan, juga pemberian sosialisasi kepada warga masyarakat yang terdampak.

Ditandaskan, Balai Penelitian dan Pengembangan Tehnologi Kegempaan Geologi (BPPTKG), merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di area yang berbahaya. Yakni 5-7 KM dari puncak Merapi. “Karena guguran lava dan awan panas beberapa kali masih terjadi, dengan jarak luncuran yang bervariasi,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut Polresta Magelang beserta TNI dan relawan peduli erupsi pada hari Senin (13/3) melakukan sosialisi menggunakan kendaraan patroli Polsek. Dilakukan di wilayah Kecamatan Dukun. Dengan imbauan agar masyarakat tetap tenang, serta menggunakan masker ketika keluar rumah.

Selain itu diminta tidak melakukan aktivitas di area yang telah ditetapkan sebagai daerah berbahaya di radius tertentu dari puncak Merapi. Juga diminta tetap mengikuti perkembangan informasi terkait dinamika erupsi Merapi.

“Sejak hari pertama erupsi hingga saat ini Senin (13/3/2023) telah terjadi puluhan kali erupsi berupa guguran lava dan awan panas, sehingga menimbulkan abu vulkanik yang terlihat di atas puncak dan lereng Gunung Merapi. Abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi yang menyebar, berdampak terhadap warga masyarakat sekitar, terutama pemukiman warga maupun sektor pertanian,” tuturnya.

Maka masyarakat diminta tidak panik, tetapi selalu waspada. “Serta menjauhi sekitar lokasi radius 7 KM dari puncak Merapi,” ungkap penjaga Pos Pengamatan Gunung Merapi, Babadan, Yulianto, Senin (13/3/23).

Dengan situasi Merapi yang masih dinamis hingga saat ini Polresta Magelang dan Kodim 0705 Magelang juga memasang imbauan kepada masyarakat tentang larangan beraktivitas apa pun di daerah berbahaya yaitu di alur Sungai Bebeng dan alur Kali Putih di wilayah Kecamatan Srumbung. Kedua sungai tersebut merupakan alur awan panas dari puncak Merapi.

“Kedua alur sungai itu sangat berbahaya untuk beraktivitas, sehingga disarankan masyarakat di radius 7 KM agar tidak melakukan kegiatan apa pun di kedua alur sungai tersebut,” imbuh Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono.

Eko Priyono