“Kita menyambut baik kemitraan Bisma ini, dan berharap ini bisa dikerjasamakan dengan para petani hutan, yang tidak lama lagi akan mengelola sekitar 5000 hingga 9000 hektar, berkat adanya kebijakan Pemerintah Pusat yang akan memberikan hak kelola untuk rakyat, yaitu para petani hutan selama 35 tahun ke depan, kita akan cermati kerjasama ini, dan siap ikut mensukseskan, jika memang ini menguntungkan untuk petani kita, sudah saatnya petani kita merdeka dari kemiskinan dan merdeka dari belenggu penjajahan yang justru dilakukan oleh BUMN sendiri,” tandas Mardi.
Tak ketinggalan Pengamat Ekonomi dari DPC BMWI Blora, R. Kurniadi dalam pandangannya menyampaikan pentingnya masyarakat petani di Blora mendapatkan akses maupun informasi peluang bisnis yang menguntungkan, melalui program – program kemitraan, selain itu dirinya meminta agar Pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah yang terkait bisa memberikan dukungan fasilitas sarana prasarana, termasuk permodalan melalui Perbankan milik Pemerintah Daerah.
“Menyambut program KHDPK ini, Pemerintah Kabupaten Blora harus proaktif memberikan informasi terkait peluang – peluang bisnis di sektor pertanian ini, atau tanaman industri perkebunan lainnya, yang berdampak meningkatnya perekonomian petani, termasuk memberikan akses anggaran dan modal melalui perbankan milik Daerah, jangan diam dan cuek saja, termasuk kemitraan budidaya jagung ini, harus disambut baik, peran pihak swasta dengan petani kita, berikan dorongan dan perhatian untuk keberhasilan program ini,” harap Pengamat Ekonomi dari DPC BMWI Blora. (Kudnadi Saputro)
Captions:
MITRA 1. Perwakilan PT Bisi Internasional Tbk, Budi Setyo Utomo menyampaikan pemaparan proyeksi kemitraan benih jagung Bisi dan Pupuk Organik Marolis. di Desa Gabusan, Kecamatan Jati.
Kamis, 2 Maret 2023.
Foto: Kudnadi Saputro Blora
MITRA 2.
MITRA 3.













