“Laporannya masih ada 17 TPS yang capaian coklitnya di bawah 50 persen. Sehingga kami memastikan apakah masyarakat sudah terdafar atau belum dengan cara mendatangi tempat-tempat umum,” jelasnya

Mengingat saat ini sudah 2 Maret dan sesuai jadwal, lanjut Fitria, batas akhir pemutakhiran data pemilih untuk Pemilu 2024 adalah pada 14 Maret 2023. Sehingga perlu dikebut mengingat tinggal 12 hari lagi.

Mengenai kendala dari 17 TPS yang capaian coklitnya belum mencapai 50 persen tersebut, Fitria menduga ada kemungkinan petugas pantarlih yang harus door to door mendatangi rumah-rumah warga.

“Untuk itu, Bawaslu Grobogan akan menyampaikan ke petugas pantarlih agar bisa bergerak lebih cepat lagi dalam proses coklit,” tegas Fitria.

Kegiatan yang dilakukan Bawaslu Grobogan mendapat respons dari salah satu pengunjung Mal Pelayanan Publik Srikandi, Julia, warga Purwodadi. Dia mengaku dengan adanya kegiatan dari Bawaslu bermanfaat bagi masyarakat.

“Sehingga diketahui yang sudah terdaftar atau belum. Kebetulan saya sudah didatangi petugas pantarlih dan sudah terdaftar sebagai pemilih. Semoga bisa ikut memilih pemimpin yang baik untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Tya Wiedya