blank
Tim Relawan Destana dan warga berjaga di rumah korban ( Foto:Eko S|)

JEPARA (SUARABARU.ID) – Tanah longsor kembali terjadi. Kali ini di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling.  Bukit setinggi 8 meter dan leber sekitar 10 meter yang berada tepat di belakang rumah Wakiman (56), warga RT 05, RW 01 Dukuh Ngrambe, Desa Damarwulan, longsor Rabu malam  (18/1-2023) sekitar pukul 19.15  WIB.

blank
Wakiman,korban tanah longsor Damarwulan hingga Rabu malam masih pingsan di RS Rehatta

Saat tanah longsor Wakiman berada rumah belakang  hingga ia tertimbun tanah dan bangunan yang roboh. Jerit tangis istri dan anaknya membuat warga sekitar, termasuk tim Destana Damarwulan segera datang ketempat kejadian. “Tim Destana dan warga berhasil mengevakuasi   korban sekitar pukul 19.45 WIB, setelah 30 menit tertimbun tanah dan bangunan. Saat diangkat dari timbunan tanah,  Wakiman dalam dalam kondisi pingsan,” ujar Ketua Destana Damarwulan Eko Santoso

Korban kemudian dilarikan ke RS Rehatta Kelet dengan ambulans desa. “Sampai saat ini korban masih dalam kondisi pingsan,” terangnya

blank
Relawan Destana memasang tenda agar air hujan tidak masuk untuk mengantisipasi longsor susulan (Foto: Eko|)

Disamping memberikan pertolongan kepada korban, bersama pemerintahan desa dan warga masyarakat malam ini juga tim relawan mendirikan tenda dibelakang rumah Wakiman agar air hujan tidak masuk kerumah korban. “ Ini sebagai langkah antisipasi untuk menghindari longsor susulan,” ujar Eko Santoso.

Menurut  Eko, hujan yang terun terus menerus sejak siang di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling mengakibatkan tanah longsor ini. “Peristiwa tadi dimulai dari tanah yang bergerak dan terjadilah longsor yang menimpa rumah  korban. Kini relawan Destana bersama warga berjaga-jaga disekitar lokasi. Sebab hingga berita ini diturunkan hujan masih saja turun. Kami khawatir terjadi longsor susulan,” papar Eko.

Hadepe