blank
Wabup Wonogiri Setyo Sukarno (kedua kiri deret depan), menerima tiga penghargaan di ajang Government Entrepreneurial Marketing Awards 2022.(Dok.Prokopim Pemkab Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, memborong sekaligus 3 penghargaan dalam ajang Government Entrepreneurial Marketing Awards 2022. Event ini, diselenggarakan MarkPlus di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

Kabag Prokopim Pemkab Wonogiri, Mursid Suroto, dan Juru Warta Prokopim, Esti, Senin (12/12), mengabarkan, tiga penghargaan tersebut diterima Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Setyo Sukarno yang hadir langsung ke Jakarta.

Tiga penghargaan tersebut terdiri atas Bronze Champion kategori Inovasi Pengembangan Destinasi Wisata. Yakni pada Inovasi Pemberdayaan Kampung Wayang Kepuhsari. Kemudian Bronze Champion dalam kategori Inovasi Pemberdayaan UMKM, berkait dengan Re-branding Kopi Wonogiri Melalui Program Pemberdayaan Wonogiri Nduwe Kopi. Ketiga, penghargaan Silver Champion untuk kategori Inovasi Pemberdayaan UMK melalui ”Mie Ayam Instan Wonogiren.”

Penghargaan tersebut, merupakan apresiasi yang diberikan oleh MarkPlus Inc kepada Pemerintah Provinsi/Kota/Kabupaten di Indonesia. Yang dinilai berhasil dalam memajukan daerahnya, melalui beragam creativity, innovation, entrepreneurship, dan leadership, yang dijalankan melalui beragam bentuk program kerja maupun langkah aksi lainnya.

”Alhamdulillah, ini merupakan penghargaan yang luar biasa bagi Pemerintah Kabupaten Wonogiri,” kata Wabup, Setyo Sukarno. Dijelaskan, berkaitan dengan rebranding kopi Wonogiri, jangan sampai Wonogiri hanya menjadi pasar penjualan produk kopi saja. Tapi juga bisa berkontribusi untuk petani kopi.

Cita Rasa

Tak hanya itu, tambah Wabup, diharapkan kopi Wonogiri dapat diterima dan dirasakan keunggulan cita rasanya, sehingga bisa dipasarkan ke seluruh Indonesia. Kepada petani, mendapatkan pelatihan tentang cara memanen, cara menjemur, juga cara pengolahannya. ”Sehingga mendapatkan cita rasa kopi berkualitas,” tandas Wabup Setyo Sukarno.

Berkaitan dengan mie ayam instan Wonogiren, Wabup, menyebut, selama ini orang berjualan mie ayam banyak yang membranding dengan nama Wonogiri. ”Ada terobosan dari salah satu masyarakat Wonogiri, bagaimana agar cita rasa mie ayam Wonogiri bisa dirasakan dengan cara lebih praktis, maka diciptakan mie ayam instan,” kata Setyo Sukarno.

Menurut Wabup Setyo Sukarno, mie ayam instan Wonogiren sudah dipasarkan hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Juga sudah mulai menjadi komoditas ekspor ke negara manca, seperti ke Malaysia hingga Arab Saudi.

Terkait dengan inovasi pemberdayaan Kampung Wayang Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, masyarakatnya diberdayakan dengan pelatihan-pelatihan. Dilatih membuat wayang kulit dengan pemilikan aura citra karakter ketokohannya. Bersamaan itu, masyarakat diberdayakan membuat homestay yang bisa meningkatkan pendapatan.

Wabup berharap, penghargaan itu bisa mendorong mengenalkan potensi unggulan Wonogiri ke masyarakat luas, agar berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga. ”Kita akan berusaha terus menciptakan inovasi baru, menciptakan kreativitas yang bermuara pada bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bambang Pur