JEPARA (SUARABARU.ID) – Pentas ketoprak milenial dengan cerita “Mythology of Yuyu Kangkang” yang dipentaskan SEKARA (Seni Karawitan SMA Negeri 1 Jepara), Sabtu malam (16/5-2026) berhasil memukau ratusan penonton yang memadati aula sekolah tersebut. Puluhan kali penonton memberikan aplaus dan tertawa riang oleh penampilan pelawak yang dimotori oleh Rizal dan Sugiyarto.
Pentas yang mengusung cerita dari kisah Ande-Ande Lumut ini yang melibatkan 50 siswa SMAN 1 Jepara tersebut digarap sutradara Achmad Pribadi, seniman senior Jepara yang akrab di panggil mbah Pri. Dibalik layar ada pula Salma Solikhati selaku pimpinan pagelaran dan Jelita Nur Aisyah, penulis naskah yang juga adalah siswa Smansara kelas XI.

Pentas ini juga didukung Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Jepara, Dra. Puji Rahayu, S.Pd., M.Pd. dengan memainkan peran menjadi Ibu Dewi Sekartaji yang lebih dikenal dengan nama Kleting Kuning.
Sinopsis:
Kerajaan Kediri di serang kerajaan sabrang. Permaisuri yang diperankan oleh Kepala SMAN 1 Jepara Puji Rahayu panik lalu meminta putrinya Dewi Sekartaji (Kleting Kuning) melarikan diri ke kerajaan Jenggala untuk menemui Panji Asmara Bangun, calon suaminya. Dewi Sekartaji lantas menyamar menjadi anak mbok rondo ibu dari Kleting Biru, Merah, Hijau. Namun dia di perlakukan semena-mena.

Namun ternyata penyerangan kerajaan Kediri telah sampai di telinga Panji Asmara Bangun yang sedang menyamar. Ia kemudian bergegas mencari calon istrinya dengan menyamar menjadi Ande-Ande Lumut. Nama itu pemberian nama mbok rondo Dadapan, sosok pencari kayu yang di temuinya di hutan yang kemudian mengangkatnya menjadi anak.
Ande-Ande Lumut yang terkenal tampan punya ide untuk melakukan sayembara mencari istri yang di umumkan ke seantero negeri.

Banyak gadis datang untuk melamarnya, termasuk ketiga kakak Klenting Kuning. Dalam perjalanan menuju rumah Ande-Ande Lumut, mereka harus menyeberangi sungai dengan bantuan Yuyu Kangkang. Ketiga kakaknya mau memberikan ciuman sebagai syarat menyeberang. Sedangkan Klenting Kuning menolak karena menjaga harga dirinya.
Saat bertemu Ande-Ande Lumut, hanya Klenting Kuning yang diterima karena terbukti memiliki hati yang suci dan perilaku yang baik. Akhirnya, Ande-Ande Lumut mengungkapkan bahwa dirinya adalah pangeran yang selama ini mencari wanita sejati untuk dijadikan pendamping hidup. Mereka pun kemudian hidup bahagia.

Pemain dan Pengrawit
Ketoprak Milinial Sekara ini didukung oleh Panji : Khoir Roehan Iswiyanto, Kleting Kuning/Dewi Sekartaji : Istiqomah, Bejo : Damariel Bagus Priyangga, Jurit/Beji : Fadil Azzam Wahyudi, Merak : Aninda Raras Pawestri. Yuyu Rumping: Rana Muhammad Furqon, Yuyu Rumpung : Muhammad Alif Krisna Aji Kusuma, Yuyu Kangkang : Muhammad Bagus Setyawan. Sedangkan Kleting Abang : Sabrina Maharani, Mbok Rondo Dandapan: Zeta Zafirah Putri, Mbok Rondo Klenting : Ailsa Ayu Wida Lisatya, Klenting Ijo: Fitri Ana Tasya dan penyanyi: Sintia Bela. Sementara dagelan Rizal dan Sugiyarto.
Sementara tim karawitan terdiri : Kendang : Fawwaz Khasan Abdullah, Gong kempul: Tria Mijil Saputra, Demung 1:Rifka Nihayatun Nur Wakhidah, Demung 2:Celine Putri Violeta, Saron 1:Ismi Kamila Nur Apriliana, Saron 2:Sekar Novika, Saron 3: Lu’luullailah, Saron 4:Octaviana Tri Rahmawati, Bonang Barung:Khansa Hanifah Putri Listyawan, Bonang Penerus:Amira Lituhayu Yuarinda, Slentem: Griselda Fatima Nirwasita Saputro, Peking: Latifatul Lisma Putri, Kethuk:Syafa Rahma Mauliddiva, Kenong:Maulaya Bilqis Annida
Menurut Puji Rahayu, pagelaran ini merupakan wujud kepedulian SMAN 1 Jepara terhadap kelestarian budaya Jawa. Ia juga memberikan apresiasi terhadap eskul Sekara Smansara yang berhasil menampilkan pageralan yang luar biasa. “Terima kasih kepada pelatih, pembina dan anak-anak dari eskul Sekara yang telah mampu menunjukkan karya yangv luar biasa,” ujar Puji Rahayu saat memberikan sambutan.
Pembukaan acara ditandai dengan penyerahan gunungan dari panitia kepada Kepala SMAN 1 Jepara Dra. Puji Rahayu M.Pd.
Hadepe













