blank
Prof. Dr. Ir. Haslina M.Si

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dr. Ir. Haslina M.Si akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Hasil Pertanian Universitas Semarang (USM) pada Selasa (13/14/2022) di Auditorium Ir. Widjatmoko USM Jl Soekarno-Hatta, Tlogosari.

Dalam pengukuhan nanti, dekan Fakultas Teknologi Pertanian USM tersebut akan menyampaikan orasi ilmiah dengan judul ”Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan melalui Teknologi Pengolahan Pangan Berbasis Komoditas Lokal”.

Menurutnya, kesimpulan dari orasinya adalah teknologi pangan berperan penting dalam menghasilkan produk pangan yang berbasis komoditas lokal.

”Selain itu, pengembangan produk berbasis pangan lokal dan hasil sampingnya berpotensi mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan. Contohnya yaitu tanaman jagung yang sangat potensial karena produktivitas yang tinggi, potensi lahan yang sesuai untuk ditanami dan kegunaannya yang beragam,” ungkap dosen kelahiran Ujung Pandang, 16 Januari 1965.

Menurutnya, tanaman jagung dapat digunakan sebagai pakan, pangan, dan energi. Selain itu, kandungan yang ada didalam jagung memiliki sifat fungsional bagi tubuh sehingga jagung bisa dimanfaatkan sebagai pembuatan pangan fungsional.

Dia mengatakan, ke depan jagung patut mendapatkan prioritas pengembangan. Jagung dinilai sebagai pangan yang dapat membangkitkan ekonomi.

”Hasil samping tanaman jagung dapat dikembangkan sebagai sumber gizi dan komponen bio aktif untuk mengonversi bubuk rambut jagung menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi sebagai alternatif pangan fungsional antihiper kolestrolemia,” ujarnya.

Haslina mengungkapkan,  teknologi pertanian dipilih sebagai fokus penjurusannya karena ia melihat pangan sebagai bahan makanan yang penting bagi kehidupan manusia.

”Selama manusia masih hidup, berarti pangan masih dibutuhkan,” tutur lulusan doktor Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Kiat-kiat yang dipegang Haslina dalam menempuh kariernya antara lain yaitu konsisten, berkomitmen untuk selalu fokus menjaga semangat, dan senantiasa bekerja keras.
Penelitian yang akan dilakukan Haslina ke depan berfokus pada pangan fungsional. Konsentrasi yang dipilih berbasis hasil samping pertanian.

”Tidak menutup kemungkinan saya akan melakukan penelitian pada hasil samping pada produk pangan lokal yang lain seperti penelitian yang saya lakukan pada produk pangan jagung,” tandasnya.

Haslina mengatakan, menjadi dosen dan menyandang gelar profesor adalah cita-citanya.

”Menjadi profesor adalah cita-cita saya dari dulu. Sebelumnya, saya pernah ingin jadi dokter. Tapi kemudian hati saya lebih memilih menjadi dosen, dan alhamdulillah saya bisa mendapatkan gelar tertinggi akademik dan guru besar di bidang teknologi hasil pertanian seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Muhaimin