blank
Rektor USM, Dr Supari ST MT didampingi Dekan FTIK USM, Prind Triajeng Pungkasanti SKom MKom foto bersama seusai Workshop Rethinking Tourism, dengan tema "The Importance of Optimizing Digital in The Tourism Sector", pada 9 November 2022 di Ruang Teleconference, Gedung Menara USM. (foto:News Pool USM)

SEMARANG (SUARABARU.ID)- Progam Studi (Prodi) S1 Pariwisata Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) menggelar Workshop Rethinking Tourism, dengan tema “The Importance of Optimizing Digital in The Tourism Sector”, pada 9 November 2022 di Ruang Teleconference, Gedung Menara USM.

Dalam workshop tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Ketua Prodi Ilmu Komunikasi USM Edi Nurwahyu Julianto Ssos MIKom, dan founder Jogjascape Muhammad Luqman Taufiq SPd MSc.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Rektor USM Dr Supari ST MT, Dekan FTIK USM Prind Triajeng Pungkasanti SKom MKom, Wakil Dekan I FTIK USM April Firman Daru SKom MKom, Wakil Dekan II FTIK USM Fajriannoor Fanani SSos MIKom, Ketua Prodi S1 Pariwisata USM Herman N.K. Paninggiran SE MMPar.

Dalam sambutannya, Rektor USM berpesan kepada mahasiswa Prodi S1 Pariwisata untuk bisa membranding USM sebelum destinasi wisata lainnya.

”Saya berpesan kepada para mahasiswa Prodi S1 Pariwisata sebelum membranding destinasi wisata dimananpun tempatnya, dimulai dari Universitas Semarang, Kota Semarang, serta Jawa Tengah,” kata Supari.

Dia menegaskan, tugas utama mahasiswa adalah lulus dari USM, untuk bisa berkiprah demi kemajuan Indonesia, paling tidak 5-10 tahun mendatang, khususnya di sektor pariwisata.

Dalam kesempatan yang sama, dekan FTIK USM berharap, worksop ini bisa memberikan pandangan yang baru mengenai pemanfaatan teknologi informasi pada digital untuk kegunaan kepariwisataan.

”Kami berharap, kegiatan ini akan memberikan pandangan yang baru mengenai digital virtual bagaimana adek-adek bisa memanfaatkan teknologi informasi pada digital untuk kegunaan kepariwisataan, baik itu menggunakan semua aplikasi atau semua teknologi yang berkaitan dengan profesi bisnis yang ada di kepariwisataan atau pun mungkin nanti kedepannya akan ada workshop seperti ini lagi, yang membahas tentang bagaimana caranya bisa membuat pariwisata itu berkembang pesat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Workshop, Almas Nabili Imania MMPar mengungkapkan, pentingnya akademisi di sektor pariwisata untuk menguasai digital.

“Sekarang terutama akademisi apalagi di bidang sektor pariwisata penting untuk menguasai digital karena saat ini seluruh kegiatan atau seluruh bisnis. Bahkan seluruh perkuliahan menggunakan digital, karena itu pentingnya workshop kali ini agar seluruh mahasiswa dan dosen-dosen juga mampu mengetahui pentingnya dunia digital di era sekarang agar pariwisata USM juga bisa bersaing di dunia pariwisata,” ujar tandasnya.

Muhaimin