blank

SUARABARU.ID Per Juni 2022 sudah 19,5 juta pelaku UMKM atau sebesar 30,4 persen dari total UMKM telah hadir pada platform e-commerce. Data yang dirilis Teten Masduki dalam B20 Indonesia digital economy to support SDGs, di Bali (8/8/2022) memperlihatkan platform digital selama masa pandemic maupun pasca era pandemik Covid-19.

Hal itu bisa menjadi dorongan bagi Pemerintah dalam melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diharapkan efektif. PEN tersebut terdiri dari tiga kebijakan utama yaitu peningkatan konsumsi dalam negeri (demand), peningkatan aktivitas dunia usaha (supply) serta menjaga stabilitas ekonomi dan ekpansi moneter. Ketiga kebijakan tersebut harus mendapat dukungan dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN/BUMD, pelaku usaha, dan masyarakat (Dedy Sasongko).

UMKM terbukti memiliki peran yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,19 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,97% atau senilai 8.573,89 triliun Rupiah. Data Dinkop UKM dari tahun 2013, tercatat ada 90.339 UMKM binaan Pemprov Jateng dan terus berkembang jumlahnya mencapai 177.256 UMKM binaan di tahun 2022.

UMKM yang tersebar di Jawa Tengah, salah satunya merupakan desa mitra yaitu Desa Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. UMKM di sana  mengembangkan produk cemilan gula kacang. Kenyataan ini kemudian mendorong pentingnya tumbuh dan berkembang suatu Kelompok Usaha Bersama (KUBE) UMKM gula kacang untuk memproduksi gula kacang berkualitas dengan daya jual yang tinggi. Kegiatan usaha ini diharapkan mampu mendatangkan pendapatan bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarganya.

Upaya mengembangkan produk gula kacang di desa Manggihan ini membutuhkan dukungan penuh dari eksternal baik sarana, prasarana, pengembangan organisasi, maupun SDM. Hal lain yang tak kalah penting yaitu pemasaran sebagai strategi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif yang selama ini belum dikembangkan.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengaplikasikan pengetahuan terkait konsep Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.

Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi Unissula yang memiliki kemampuan dalam bidang ilmu ekonomi bermaksud hadir melakukan pendampingan masyarakat desa mitra desa Manggihan, khususnya UMKM Gula kacang. Tim juga berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unissula.

Berbagai langkah pemasaran dilakukan untuk meningkatkan omset produk gula kacang dengan menerapkan konsep SIA di media sosial khususnya Youtube.  Adapun metode pelaksanaan kegiatan aktivitasnya berbasis kelompok UMKM gula kacang yang dilakukan secara menyeluruh. Hal itu diharapkan mampu mengakomodir seluruh aspek usaha dari peningkatan mindset wirausaha, tersedianya sarana dan prasarana guna menjalankan usaha, serta pendampingan penerapan konsep SIA produk gula kacang.

Kegiatan tim pengabdian masyarakat dilakukan secara terukur dan ketercapaian target luaran berupa tayangan penerapan Konsep SIA di media sosial khususnya Youtube, merk dagang, dipublikasikan dalam media pengabdian masyarakat.

Tim Pengabdian Masyarakat FE Unissula bersama LPPM mengawali kegiatan dengan forum grup diskusi pada 14 September 2022 di Kelurahan Desa Manggihan. Hal lain yang sudah dilakukan yakni pendampingan dalam manajemen UMKM Gulo Kacang dengan Konsep SIA untuk pengembangan usahanya.

Perlu dilakukan serta penekanan yang lebih pada penyajian informasi dalam bentuk laporan keuangan. Hal itu dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan operasi UMKM tersebut. Elemen – elemen yang harus dibangun adalah : pengelolaan transaksi harian dimulai dari formulir standard untuk kas masuk dan kas keluar. Demikian pula dibutuhkan metode pencatatan, pengklasifikasian, sehingga akan tersusun laporan keuangan yang sesuai standard akuntansi. Sehingga  laporan keuangan tersebut dapat digunakan untuk berbagai kepentingan baik internal juga eksternal.

Konsep SIA juga dapat memberikan perlindungan tehadap aset UMKM melalui prosedur sistem pengendalian intern yang memadai.

Di era ini penerapan SIA merupakan sebuah kebutuhan secara komputerais. Tujuannya agar terhindar dari berbagai resiko kegagalan penerapan SIA. Diharapkan dengan pengabdian masyarakat ini UMKM di Getasan akan semakin maju berkembang.  Efek positifnya mampu menaikkan  pendapatan masyarakat  secara menyeluruh.

Penulis : Dewi Wahyundaru SE MSi Dosen Akuntasi Fakultas Ekonomi Unissula