blank
Luca Marini/dok

(SUARABARU.ID) – Luca Marini mulai menemukan kenyamanan membalap di MotoGP 2022.

Dalam empat balapan terakhir, pembalap Mooney VR46 ini selalu finis 10 besar.

‘’Saya adalah salah satu pembalap terkuat Ducati, khususnya soal pengereman dan entering corner. Kemampuan itu sangat membantu,’’ ungkap Marini seperti dikutip dari Speedweek.

Pada Grand Prix (GP) Jepang, 25 September lalu, adik tiri Valentino Rossi menempati urutan keenam.

Dia kalah dalam duel melawan pembalap Red Bull KTM, Miguel Oliveira.

‘’Pada lomba berikutnya sayap berharap start saya bisa lebih baik,’’ tutur rider berkebangsaan Italia ini.

Jika mampu berada di grid depan, Luca optimistis bakal mampu menembus podium.

Dalam 34 kali start di kelas utama, dia memang belum berhasil naik podium.

Itu yang membuat Marini semakin penasaran.

Pada empat race tersisa musim ini, dia bakal mati-matian untuk paling tidak finis di tempat ketiga.

Bagaimanapun, pembalap yang membuat debut di kelas Moto3 pada 2013 ini ingin menyamai pencapaian rekan setimnya, Marco Bezzecchi.

Bezzecchi sudah sekali naik podium kedua pada GP Belanda, 26 Juni silam.

mm