blank

SUARABARU.ID Tim Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Kesehatan Masyarakat (PKM-PM) mengadakan  pelatihan, pendampingan, dan pemberian media edukasi menyusui breastfeeding flash card. Pelatihan diadakan  11 dan 13 Agustus 2022 di Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan peserta masing-masing lima kader tiap harinya.

“Kegiatan edukasi menyusui oleh kader kepada para ibu hamil atau menyusui ini merupakan keberlanjutan dari kegiatan pelatihan yang sudah terlaksana pada 23 Juli 2022 lalu,” tutur Indira Prameswari selaku ketua tim program.

Sebelum kader diterjunkan untuk praktik kepada para ibu hamil atau menyusui, kader sudah diberi beberapa bekal mulai dari pengetahuan mengenai stunting, ASI eksklusif, media Breastfeeding Flash Card, dan kader sudah praktik memberikan edukasi menyusui kepada sesama kader sebelumnya.

“Penyampaian edukasi menyusui oleh para kader RW 6 dan 7 kepada para ibu hamil dan menyusui sangat bagus. Kami melakukan pengukuran menggunakan lembar observasi yang sudah kami buat, terlihat kader sudah dapat percaya diri, menguasai materi, dan menggunakan media dengan baik,” ungkap Anidya Fadhila.

Maemunah sebagai salah satu kader menuturkan bahwa ini pengalamannya pertama kali menyampaikan edukasi kepada ibu menyusui selama lima tahun menjadi kader, “Waktu pertama kali pasti deg-degan ya, tapi sebelum kegiatan ini saya sudah baca-baca ulang lagi materi yang disampaikan kemarin dan latihan menggunakan media yang diberikan,” tuturnya.

Umi Fadhilah yang berusia 60 tahun dan telah menjadi kader paling lama, yaitu sepuluh tahun juga tidak kalah antusiasmenya dalam memberikan edukasi kepada Isrohah yang memiliki bayi usia satu bulan, “Sebelumnya tidak pernah ada kegiatan seperti ini. Perasaannya takut tapi juga senang karena sudah bisa memberikan edukasi dan membantu ibu-ibu dalam menyusui.”

“Saya sebagai pembimbing tim PKM ini sangat berharap program ini dapat diterima dengan baik oleh para pihak-pihak terkait dan dapat berlanjut sehingga membantu menurunkan angka stunting terutama di desa-desa wilayah Kabupaten Kendal,” tutur Hanifatur Rosyidah.