Kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi pemicu tingkat inflasi di Kabupaten Kudus. Foto:dok

KUDUS (SUARABARU.ID) – Inflasi di Kudus pada bulan Juni 2022 lalu mencapai 0,66%. Angka inflasi Kudus tersebut masih di bawah inflasi Jawa Tengah yang mencapai 0,85% serta sedikit di atas angka inflasi nasional yang sebesar 0,61%

Menurut Kepala Kantor BPS Kudus, Ir. Rahmadi Agus Santosa, M.Si, kelompok pengeluaran yang menjadi pemicu inflasi adalah makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,51%, kemudian penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,11%, perawatan dan jasa lainnya sebesar 0,76% serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,58%.

“Selain itu ada perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya, lalu ada pengeluaran perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kesehatan serta rekreasi, olahraga dan budaya,” kata Rahmadi dalam paparan rilis inflasi bulan Juni, Selasa (5/7).

Sementara, untuk tingkat inflasi tahun kalender di Kudus lanjut dia, sebesar 4,2% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year to year) sebesar 5,2%. Ini termasuk tinggi sehingga dibutuhkan kerja keras agar dapat terkendali perekonomian masyarakat Kudus.

Adapun top komoditas penyumbang inflasi di Kudus ujar dia, adalah bawang merah menyumbang inflasi sebesar 0,173%, cabai merah 0,158%, nasi dengan lauk 0,064%, telur ayam ras 0,062% dan 0,055%.

Sedangkan top komoditas yang menyumbang deflasi tambah dia, adalah -0.092%, bawang putih -0,055%, kelapa -0,035%, angkutan antar kota -0,029% dan daging ayam ras -0,021%.

Sementara, di bandingkan dengan kota-kota lain di Jateng, Kudus menempati posisi keempat inflasi tertinggi dari enam kota survey biaya hidup (SBH). Tingkat inflasi keenam kota tersebut yakni Kota Semarang (0.93%), Surakarta (0,89%), Cilacap (0,71%), Kudus (0,66%), Tegal (0,63%) dan Purwokerto (0,59%).

Ali Bustomi