blank
Danramil-11 Kapten (Arh) Hadi Santoso, Camat Toto Trimulyarto dan Kapolsek AKP Wartadi (berdiri deret depan ketiga, kedua dan kesatu dari kiri), foto bersama para pelaksana gerakan penghijauan tanaman Eucalyptus.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Koramil-11/Manyaran Kodim 0728 Wonogiri bersama jajaran Forkompimcam, memprakarsai gerakan penghijauan dengan tanaman Eucalyptus.

Danramil-11/Manyaran Kapten (Arh) Hadi Santoso tampil memimpin langsung gerakan penghijauan penanaman Eucalyptus di Dusun Pucang Anom, Desa Bero, Kecamatan Manyaran.

Ini dilakukan bersama Camat Manyaran, Toto Tri Mulyarto dan Kapolsek Manyaran AKP Wartadi. Juga melibatkan pamong desa dan perangkat dusun, serta para pesilat yang menjadi Anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan warga masyarakat.

Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri, Pelda Indra, menyatakan, gerakan massal penghijauan ini, diawali dengan apel bersama dan dilanjutkan dengan penanaman di lahan yang telah disediakan.

Tujuannya, sebagai upaya pelestarian alam, menjaga konservasi tanah, mencegah erosi dan bencana tanah longsor. Pemilihan tanaman Eucalyptus, karena dinilai sebagai tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Berkhasiat Obat

Karena dari daunnya, dapat dijadikan bahan penyulingan (distilasi) untuk diambil kandungan minyak Atsiri-nya. Minyak Eucalyptus bermanfaat menjadi bahan produk farmasi yang berkhasiat obat.

Pada minyaknya mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan bermanfaat melindungi dari radikal bebas. Juga berkhasiat mencegah inspeksi peradangan dan untuk perawatan gigi. Karena berkhasiat melawan bakteri penyebab kerusakan gigi.

Kebanyakan orang, menyamakan kayu putih dengan eucalyptus. Faktanya, kedua tanaman ini berbeda. Karena kayu putih hanyalah salah satu dari sekitar 900 spesies Eucalyptus.

Eukaliptus adalah pohon dari Benua Australia. Beberapa spesies diantaranya ada yang dapat ditemukan di Papua Nugini dan Indonesia serta Filipina.

Bambang Pur