blank
Wali Kota Muchamad Nur Azis memberi pengarahan kepada warga usaha budidaya ikan skala kecil, (Bag Prokompim, Pemkot Magelang)

MAGELANG (SUARABARU.ID) – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang memfasilitasi pelatihan pengolahan pakan ikan untuk warga usaha budidaya ikan skala kecil. Kegiatan diadakan di Rumah Putih kompleks TKL Ecopark Magelang, kemarin.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Kecil bertajuk “Optimalisasi Potensi Bahan Pangan Lokal untuk Pembuatan Pakan Ikan” itu diikuti peserta dari kelurahan-kelurahan se-Kota Magelang.

‘’Intinya kita melakukan pelatihan bagi pemula maupun yang sudah punya usaha untuk meningkatkan kapasitas mereka, supaya paham dan mandiri. Kali ini khusus mengolah pakan ikan mandiri,’’ kata Kepala Disperpa Kota Magelang Eri Widyo Saptoko.

Menurutnyta, para peserta dari wilayah yang utamanya memiliki potensi, misalnya kolam. Harapan ke depan mereka bisa membuat usaha sendiri meskipun skala kecil, sehingga bisa meningkatkan pendapatan mereka, disamping untuk konsumsi sendiri. Ini sekaligus mendukung program Pemkot Magelang yaitu Magelang Keren.

Pelatihan menitikberatkan pada pengolahan pakan ikan karena, 60 persen dari usaha budidaya ikan bergantung pada pakan. Kegiatan akan diisi dengan teori, diskusi dan dilanjutkan dengan praktik.

‘’Pakan itu 60 persen dari usaha budidaya ikan. Ini penting, keberhasilan usaha tergantung dari pakannya. Kalau bergantung pada pabrik mahal. Maka kita latih pengolahan ikan dengan bahan lokal,’’ tutur Eri.

Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menyambut baik pelatihan ini, sebab paling besar anggaran budidaya ikan habis untuk kebutuhan pakan ikan. Harapannya, peserta bisa mengolah pakan ikan secara mandiri menggunakan bahan yang ada di sekitarnya.

Meski masih skala kecil, namun usaha yang dibangun dengan keuletan bisa menambah penghasilan per bulan. Menurutnya, kunci kesuksesan sebuah usaha adalah keuletan dan pantang menyerah.

‘’Saya ingin njenengan ini punya penghasilan tambahan per bulan. Punya usaha itu harus ulet, kalau gagal ulangi lagi, gagal lagi, tanya sama yang sudah sukses. Warga Kota Magelang harus lebih action jangan (tangan) di bawah,’’ pinta dokter spesialis penyakit dalam tersebut. (pemkotmgl)