Ketua Umum MUI Kabupaten Wonosobo, Dr KH Muchotob Hamzah, MM. Foto : SB/Muharno Zarka

Oleh : Dr KH Muchotob Hamzah, MM
Ketua Umum MUI Kabupaten Wonosobo

Tanggal 15 Maret oleh PBB ditetapkan sebagai hari Anti Islamophobia. Yaitu hari untuk menyadarkan orang atau negara yang selalu mencari alasan dan mendahulukan praduga negatif terhadap Islam dan umatnya katimbang membaca Islam secara jernih. Ketetapan ini diputuskan pada tanggal 15 Maret 2022.

Dunia secara bersama-sama diajak untuk menyadarkan pihak yang mengidap demam islamophobia. Memang Islam selama ini sedang mengalami perlakuan yang ambigu dari kancah dunia, terutama dunia kontemporer.

Ambigu sisi pertama berupa penerimaan Islam yang fenomenal dengan banyaknya ilmuwan dunia terutama Barat yang menjadi muallaf berkat terbacakannya Al-Qur’an dan ajarannya setelah terjadinya ledakan teknologi informasi dan komunikasi modern.

Di sana ada Prof. Dr. Maurice Bucaille seorang ilmuwan ilmu kandungan dan arkeolog dari Perancis; Prof. Dr. Roger Garaudy, mantan waket fraksi Komunis parlemen Perancis juga yang filosof; Prof. Dr.

Martin Ling yang sejarahwan dari Inggeris; Prof. Dr. Ingrid Matson dari AS, yang karyanya kitab “Ulumul Qur’an” telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia; Prof. Dr.dr. Syauqi Futaqi dari Jepang, dan masih banyak ratusan atau ribuan ilmuwan yang lain.

Di arena politik dan jabatan eksekutif telah duduk di kursi Waketum Partai Demokrat AS. Piet Ellison; walikota Abdullah Hammoud di Dearbon Detroit, AS; Amer Ghalib walikota Hamtramck Michigan AS dll; Di London Inggeris ada walikota Shadeq Khan, di Rotterdam, Belanda, ada waikota Ahmad Abu Thalib dsb; Para ulama Islam di AS.tidak kurang-kurang.

Ada Prof. Dr. Syeikh Thaha Jabir Al-Unwani, ada mursyid thariqah Syeikh Hisyam Kabbani, dst. Belum lagi para pesohor di bidang olahraga, seni dll.

Di bidang filsafat dan sains ada mendiang Profesor Ismail Faruqi yang mempunyai dalil:”If you are muslim, you are scientist”, meskipun dalil itu belum mengulangi keterwujudannya pada zaman ini.

Ambigu sisi dua, ada sekelompok kecil umat Islam yang radikal bahkan kadang meneror, atau sengaja dipancing untuk radikal.

Akibatnya rintisan kontribusi umat ini tenggelam dalam lautan islamophobia. Ideologi dan gerakan Islamophobia telah mendunia karena didanai oleh lembaga yang kaya.

Di Eropa, lahir partai ultra kanan yang merupakan sinyal terbaca atas menguatnya islamophobia.

Lahirnya partai kanan dan tokoh: 1. Partai Pegida singkatan dari Patriotische Europaer Gegen die Islamisierung des Abendlandes di Jerman pimpinan Lutz Bachmann . 2. Marine Le Pen capres perempuan dari Perancis yang nyaris terpilih tahun ini dari partai nasionalis.

Dia sering menyamakan Islam dengan Nazi Jerman. 3. Geert Wilders dari Belanda yang senantiasa menyudutkan Islam. Visi-misi dalam hidupnya adalah untuk menghentikan syiar Islam di Eropa dan dunia.

4. Pamella Geller pendiri American Freedom Defence Initiative (AFDI) yang terminal golnya menghentikan islamisasi AS. 5. Nakoula Basseley (Sam Bacile) AS.berdarah Mesir-Amerika yang menjadi produser dan sutradara film anti Islam berjudul Innocence of Muslims.

6. Dan yang paling top permusuhannya terhadap Islam adalah George Bush Jr.yang menyamakan kondisi AS. dan barat dengan ungkapan yang mengulik masa lalu, “dunia sedang menghadapi perang salib baru=new crusade.”

Bingkai semua itu, terangkum dalam jurnalisme arogans barat terhadap Islam. Ilmuwan politik bernama Erich Bleich dari University of Meddlebury dan Prof. A. Maurits van deer Veen dari William & Mary College telah menurunkan 256.963 artikel dan delapan puluh persennya memberitakan secara negatif terhadap Muslim dan Islam, terutama di AS.

Bagaimanapun, umat harus tetap konsisten dengan namanya “Islam”=damai=rahmah. Islam radikal yang disebarkan Saudi Arabia atas perintah Amerika seperti diakui MBS dalam wawancara dengan Washington Pos 22 Maret 2018, harus ditutup dengan ungkapan delegasi Unesco Robert Mc Gee: Islam is the most peacefull religion in the world.
Wallaahu A’lam bis-Shawaab!!!