blank
Nikolas Tombazis/dok

(SUARABARU.ID) – Federasi Otomotif Internasional (FIA) mengharapkan gap antara tim Formula 1 (F1) terbaik dan terburuk bisa terpangkas separuhnya setelah pemberlakuan regulasi teknik baru dan pembatasan anggaran belanja.

Penerapan dua aturan itu dimaksudkan agar kekuatan mobil menjadi setara.

Terlebih pengembangan aerodinamika juga dibatasi.

Namun, kembalinya ground effect membuat persaingan di trek tetap sengit.

Mayoritas bos-bos F1 yakin balapan musim 2022 bakal lebih kompetitif.

Nikolas Tombaziz, head of single seater F1, menyatakan mobil baru akan memonitor selisih waktu antara tim papan atas bawah, dari tiga menjadi satu setengah detik.

‘’Kami masih harus menunggu. Sedikit variasi akan lebih baik,’’ tutur Tombazis seperti dikutip dari Motorsport.

Prinsipal Alfa Romeo, Frederic Vasseur, memperkirakan persaingan di papan tengah bakal sangat menarik.

Menurut Vasseur, Mercedes, Red Bull Racing, dan Ferrari masih unggul dalam hal teknologi dan sumber daya.

‘’Jika Anda berjalan ke arah yang tepat, membuat pilihan yang benar, dan melakukan pengembangan di sana-sini, maka sebuah langkah besar bisa diambil,’’ tandas Vasseur.

Pada F1 2021, Red Bull dan Mercedes berhasil mendominasi di lintasan.

Gelar juara dunia diraih Max Verstappen (Red Bull), sedangkan titel konstruktor dipertahankan Mercedes.

rr