blank
Penyerang sayap tim nasional Zimbabwe Kudakwashe Mahachi (kanan) melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya seusai mencetak gol ke gawang Guinea dalam laga pemungkas penyisihan Grup B Piala Afrika 2021 di Stadion Ahmadou Ahidjo, Yaounde, Kamerun, Selasa (18/1/2022) waktu setempat.

JAKARTA (SUARABARU.ID) – Tim nasional Zimbabwe menciptakan kejutan dengan mengalahkan Guinea 2-1 dalam laga pemungkas penyisihan Grup B Piala Afrika 2021 di Stadion Ahmadou Ahidjo, Yaounde, Kamerun, Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Meski menciptakan kejutan dengan memenangi laga pemungkas, Zimbabwe tetap gagal lolos ke babak 16 besar sebab finis sebagai juru kunci klasemen akhir Grup B dengan raihan tiga poin.

Sedangkan Guinea lolos sebagai runner-up Grup B terbantu hasil imbang nirgol antara Malawi kontra Senegal dalam laga lain yang berlangsung bersamaan.

Guinea yang punya keunggulan head-to-head atas Malawi finis di urutan kedua dengan raihan empat poin dan pasti lolos ke 16 besar bersama Senegal yang mengumpulkan lima poin.

Sementara Malawi harus menunggu seluruh laga penyisihan grup rampung untuk membuka kesempatan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, demikian catatan situs resmi CAF.

Setelah kalah di dua pertandingan pertamanya, Zimbabwe berusaha tampil agresif menekan Guinea di awal laga dan mampu membuka keunggulan pada menit ke-26 melalui sundulan Knowledge Musona mengakhiri situasi sepak pojok.

Keunggulan itu digandakan oleh Kudakwashe Mahachi yang mencetak gol tembakan jarak jauh dua menit jelang turun minum.

Guinea membalas empat menit memasuki babak kedua melalui sang kapten Naby Keita yang memperdaya kiper Talbert Shumba dengan sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti untuk memperkecil ketertinggalan 1-2.

Sejak gol itu, Guinea lebih banyak menguasai jalannya laga tapi sejumlah peluang yang mereka ciptakan tak kunjung membuahkan hasil dan skor 2-1 bagi Zimbabwe bertahan hingga peluit bubaran.

Ini kemenangan pertama yang dirasakan Zimbabwe dalam ajang Piala Afrika setelah setelah nirmenang di edisi 2017 dan 2019.

Sayangnya, kemenangan ini belum cukup untuk mengubah prestasi Zimbabwe yang selalu terhenti di fase penyisihan grup dalam empat kali penampilan di putaran final Piala Afrika.

Ant/Muha