blank
Bupati Dian Kristiandi didampingi Kepala SMAN 1 Nalumsari, , Ida Fitrianingsih S.Pd., M.Pd

JEPARA (SUARABARU.ID) – Bak gayung bersambut. Keinginan SMAN 1 Nalumsari, Jepara untuk meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, ternyata mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Jepara. Bahkan Bupati Dian Kristiandi, Kamis (23/12/2021) telah melakukan  Pencanangan Gerakan PBLHS (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah)  di lingkungan SMA Negeri 1 Nalumsari.

Pencanangan Gerakan PBLHS juga dihadiri para pimpinan perangkat daerah terkait. Antusiasme ratusan peserta mulai dari murid, unsur-unsur pendidikan dan pemerintahan sangat terasa sepanjang acara digelar.

Kepada para siswa, bupati memberikan edukasi cara merawat tanaman dengan teknik okulasi. Dia juga memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar proses pembiakannya. Hampir semua yang ditanyakan bisa dijawab dengan mudah.

Selanjutnya dilaksanakan penanaman bibit pohon di areal hutan sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan penebaran benih ikan nila ke dalam kolam. “Saya senang sekali, tadi saya tanya walau baru pertama kali anak-anak itu diajarkan, tapi sudah pintar-pintar. Semangatnya pun luar biasa,” ujarnya.

Dian Kristiandi berharap karya bersama tadi terus dirawat dan dijaga kelestariannya. Jika satu bulan ke depan tanaman hasil okulasi milik siswa bisa tumbuh bagus, pihaknya berjanji akan memberikan hadiah laptop.

Sementara untuk SMA Negeri 1 Nalumsari, sudah melaksanakan Gerakan PBLHS sejak tahun 2015 hingga berhasil meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. “Raihan ini bisa dipertahankan hingga sekarang,” ujar  Kepala SMAN 1 Nalumsari,  , Ida Fitrianingsih S.Pd., M.Pd

blank

Tak puas dengan itu, Ida menuturkan bahwa pihaknya bertekad untuk meningkatkan capaian prestasi itu dengan   Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Menurut Ida Fitrianingsih S.Pd., M.Pd ada beberapa syarat untuk mendapat predikat tersebut. Di antaranya, minimal harus memiliki dua sekolah binaan, dan memiliki beberapa program andalan. Salah satunya adalah rumah kompos dan hutan sekolah.

Saat ini, sudah ada tiga sekolah yang bersedia pihaknya bersamai melaksanakan Gerakan PBLHS. “Terima kasih kepada keluarga besar SMP Negeri 2 Nalumsari, SD Negeri 2 Gemiringlor, dan SD Negeri 2 Mayongkidul,” tutur Ida.

Berikutnya, terkait hutan sekolah di SMA Negeri 1 Nalumsari, dirinya mengucapkan terima kasih kepada bupati yang telah mencanangkan progam itu. Nantinya, hutan ini tidak sekedar tempat konservasi tanaman langaka. Namun, sekligus pusat edukasi, dan pengembangan ekonomi berbasis kehutanan.

Berdasarkan data yang ada, sampai dengan tahun ini tercatat ada 22 sekolah di Jepara dengan kualifikasi Sekolah Adiwiyata Kabupaten. Tiga Sekolah Adiwiyata Provinsi, 12 Sekolah Adiwiyata Nasional, dan satu Sekolah Adiwiyata Mandiri.

Hadepe