JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebagai lembaga yang dibentuk perguruan tinggi Islam, UPT Pengembangan Bahasa Unisnu Jepara mengajak semua mahasiswa Unisnu agar bisa mahir berbahasa Arab, dan juga bahasa asing lainnya. Dengan memahami dan menguasai bahasa asing, kita mampu menggenggam dunia. Dengan memahami dan menguasai bahasa Arab, kita umat Islam mampu memahami isi Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Hal tersebut diungkapkan  Kepala Pengembangan Bahasa Unisnu,  Aprilia Riyana Putri, M.Pd, kepada SUARABARU.ID terkait dengan kegiatan yang dilakukan lembaga yang dipimpinnya dalam memperingati  Hari Guru Nasional tahun 2021. Kami  menyelenggarakan pelatihan berbahasa asing secara virtual melalui zoom meeting, Sabtu (13/11-2021) bertajuk “Mau Mahir Berbahasa Arab? Oke Siap!.” Kegiatan ini juga diunggah ke akun YouTube UPT Pengembangan Bahasa Unisnu, tambah  Aprilia Riyana Putri, M.Pd

Pelatihan berbahasa Arab dipandu oleh Sahila Nuril Akbar, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Unisnu Jepara dan Duta Bahasa Unisnu. Moderator M Syahrul Romadhon, Duta Bahasa Unisnu. Juga seorang guest star Drs Muchlas Yusak, Dipl TEFL seorang pembelajar bahasa Arab secara komunikatif menyampaikan pengalamannya serta strategi belajar bahasa Arab.

Pelatihan Bahasa Arab merupakan pelatihan ke-dua setelah pelatihan bahasa Korea. Dua narasumber native speaker yaitu Abdul Halim Sulaiman Muhammad Ishaq, Lc. dari Sudan dan Aiman Al Yosry, Bsc. dari Mesir dengan dipandu Muhammad Natsir, M.Pd. sebagai Koordinator Divisi Tes dan Terjemahan (UPT Pengembangan Bahasa Unisnu). Kegiatan ini juga disponsori oleh Wardah turut meramaikan kegiatan ini.

Aiman Al Yosry tinggal di Indonesia sudah 1,5 tahun lamanya sehingga memotivasi dirinya untuk mempelajari bahasa Indonesia. “Saya harus belajar Bahasa Indonesia. Kalau tidak, orang tidak akan paham Bahasa Arab yang biasa saya gunakan,” ungkapnya.

Aiman juga mengatakan bahwa belajar bahasa asing tidak cukup hanya membaca saja tapi juga dipraktekkan. “Tak cukup jika ingin mahir berbahasa asing seperti Bahasa Arab hanya membaca buku saja. Namun juga harus berkomunikasi setiap hari. Jangan khawatir salah. Tidak apa-apa salah daripada tidak menggunakannya sama sekali. Jika tidak bisa bicara ,”ujarnya.

Selain itu, Aiman juga menyampaikan pengalamannya belajar bahasa asing di Mesir. “Kami belajar bahasa Inggris secara teknis, “ujarnya.

Sementara Drs. Muchlas Yusak, Dipl. TEFL., peserta workshop menyampaikan bahwa belajar bahasa Arab sama dengan memelajari bahasa asing lain akan lebih mudah menggunakan media kartun. “Karena langsung komunikasi terapan sehingga akan lebih mudah dipahami, “ujar Muchlas.

Di sesi terakhir moderator, M. Syahrul Romadhon, membuka sesi kuis berhadiah membuat kalimat bahasa Arab bagi para peserta mahasiswa Unisnu yang mengikuti sesi Zoom Meeting secara langsung.

Alvaros