Mbak Ita didampingi Hj Sofiah Masri dan Hj Imaroh Agus Fathuddin, meninjau peralatan tata boga di halaman Kampus Taman Kanak-kanak (TK)/TA Muslimat NU, Jalan Parangkesit Raya 2B, Tlogosari, Semarang. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Wakil Wali Kota Semarang, Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengajak ibu-ibu Muslimat NU, untuk bersama-sama menangani ekonomi kreatif di masyarakat.

”Lahan sejengkal di pekarangan rumah bisa kita manfaatkan untuk menanam sayuran dan buah-buahan. Bahkan sudah kita coba sayuran dan buah-buahan bisa tumbuh subur di pot-pot halaman rumah,” katanya.

Dia mengatakan hal itu, ketika meninjau sejumlah peralatan tata boga di halaman kampus Taman Kanak-kanak TK/TA Muslimat NU, di Jalan Parangkesit Raya 2B, Tlogosari, Semarang, Kamis (23/9/2021).

BACA JUGA: Enong Wulan Juni : Mencegah Stunting Lewat Kebun

Dalam kegiatan itu, Mbak Ita, panggilan akrab Wakil Wali Kota Semarang itu, disambut Ketua III Pengurus Cabang Muslimat NU Hj Sofiah Masri dan Wakil Ketua PCNU Kota Semarang Agus Fathuddin Yusuf.

Selain itu, hadir pula Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat Hj Imaroh, pengurus Muslimat Bidang Tenaga Kerja, Ekonomi, Koperasi dan Agrobisnis serta para guru TK Muslimat NU.

”Kedatangan saya untuk memastikan pelatihan berjalan lancar, agar ibu-ibu Muslimat lebih berdaya lagi dalam berkegiatan,” terang Mbak Ita.

BACA JUGA: Evaluasi PTMT, Ada Sekolah Belum Penuhi Syarat Social Distancing

Sementara itu, Hj Sofiah Masri menjelaskan, pihaknya menerima bantuan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, berupa sejumlah peralatan produksi makanan. Seperti dandang presto, penggilingan bakso, alat pengiris bawang merah, alat pengaduk tepung untuk pembuatan mi, dan kompor gas tanpa tabung.

”Peralatan ini membutuhkan daya listrik yang sangat besar. Sedikitnya 11 orang kader Muslimat NU sudah dilatih mengoperasikan peralatan itu. Namun hampir dua tahun peralatan itu mangkrak belum bisa digunakan. Karena itu kami lapor Wakil Wali Kota untuk dimanfaatkan,” ungkap Sofiah Masri.

Mendengar keluhan itu, Mbak Ita menyatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Asosiasi Pedagang Bakso di Kota Semarang. Dikatakan dia, nantinya mereka bisa menggunakan produk mi buatan ibu-ibu Muslimat. Demikian pula bakso dan bawang merah bisa dipasok ibu-ibu Muslimat NU.

BACA JUGA: Jateng Juara Umum di Cabor Eksibisi Kick Boxing PON XX/Papua

”Kalau ibu-ibu sudah terampil membuat mi, bakso, bawang goreng tapi pasarnya tidak disiapkan, ya nanti mangkrak lagi,” tuturnya.

Dia juga mengaku, juga sudah bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), untuk memanfaatkan lahan masjid guna ditanami pohon pisang. ”Alhamdulillah, para pengurus masjid sudah merespon dengan baik,” tandasnya.

Riyan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here