Ratusan buruh mendatangi PT GS Battery yang berada di kawasan BSB Industri Park di Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Foto: Ist

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Ratusan buruh pabrik yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berunjuk rasa di depan PT. GS Battery Semarang, Selasa (21/9/2021).

Awalnya massa aksi melakukan long march yang dimulai dari pintu masuk kawasan BSB sampai PT. GS Battery Semarang.

Diketahui, massa aksi yang datang tidak hanya dari Kota Semarang, namun juga dari berbagai daerah lain. Mereka memprotes adanya intimidasi hingga 4 buruh mengalami PHK secara sepihak oleh produsen aki itu.

“Anggota kami yang bekerja di situ (PT GS Battery) merasa terzolimi. Terbukti ada yang dimutasi, diintimidasi, serta ada yang mendapat SP 1 sampai 3. Bahkan dari perusahaan melakukan PHK secara sepihak kepada 4 orang yang tergabung dari FSPMI,” kata Ketua PC FSPMI Kota Semarang, Moch Abidin.

Abidin menjelaskan, empat buruh yang terkena PHK sepihak dari produsen aki tersebut yakni ketua, sekretaris, dan anggota dari PUK SPAMK FSPMI.

“Bahkan, perusahaan mem-PHK ketua, sekretaris, dan anggota kami dari PUK SPAMK PT GS Battery,” terang dia.

Menurutnya, 4 buruh ini mulai terkena intimidasi oleh perusahaan sejak dua minggu setelah pelantikan pengurus dan anggota PUK SPAMK di PT. GS Battery.

Abidin mengatakan, intimidasi dimulai dari mutasi anggotanya yang bermula di perusahaan sebagai operator kemudian dipindah sebagai cleaning service.

“Intimidasi anggota kami setelah dua minggu dari pelantikan, kira-kira pada 22 Desember 2019. Bermula perusahaan melakukan mutasi sepihak, anggota kami dari operator tiba-tiba dipindah menjadi tukang kebun, penjaga WC hingga penjaga loker. Bahkan perusahaan mencari kesalahan dari anggota kami hingga keluarnya SP 1 sampai 3. Setelah itu, anggota kami kena PHK sepihak, “ujarnya.

Dengan adanya persoalan tersebut, Abidin bersama rekan-rekan FSPMI melakukan mediasi kepada perusahaan.

Namun, kata dia, perusahaan tetap bertahan tidak mencabut surat PHK dari 4 buruh tersebut. Sebab, perusahaan mengira bahwa pembuatan serikat tak ada koordinasi dengan pihak manajemen.

“Mediasi dan lobi-lobi sudah kami lakukan, namun dari perusahaan masih kekeh. Mereka menganggap bahwa kesalahan dari teman-temannya (4 buruh). Kedua alasannya karena membuat serikat tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” beber dia.

Abidin mengungkapkan, pihaknya melakukan aksi lantaran mediasi dengan manajemen perusahan tak membuahkan solusi atas persoalan tersebut.

Ia menargetkan aksi pada hari ini ada penyelesaian. Namun jika tidak ada penyelesaian, pihaknya akan melakukan aksi kembali secara besar-besaran dengan mengundang anggota seluruh Jawa Tengah.

“Target saya hari ini anggota kami yang di PHK agar dilakukan pencabutan. Apabila tidak ada titik temu, besok akan melakukan aksi lebih masif. Kemudian kami akan berkoordinasi dengan pengurus pusat agar segera menurunkan instruksinya,” tandasnya.

Sementara massa aksi dari luar daerah yang terlibat antara lain FSPMI Karawang, DKI Jakarta, Purwakarta, dan Bogor.

Ning

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here