Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri, Wamenag Zainut Tauhid, Ketua BWI M Nuh, Ketua Baznas Noor Achmad, Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan RSI MAJT-MAS di Jalan Jolotundo, Semarang.  Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Setelah tertunda cukup lama, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan Masjid Agung Semarang (MAS), pada Rabu (8/9/2021), memulai pembangunan Rumah Sakit Islam (RSI).

Ketua Dewan Pelaksana Pengelola MAJT sekaligus Ketua Baznas RI, Prof Dr Noor Achmad MA menjelaskan, tahap pertama dalam pembangunan RSI ini disediakan dana sebesar Rp 62 miliar.

”Pembangunan rumah sakit ini cita-cita lama, maju mundur. Kami mempunyai dana Rp 10 miliar, dari Baznas Rp 7 miliar dan dari kemaslahatan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Rp 15 miliar,” kata Noor Achmad, yang juga Ketua Yayasan Nadzir Wakaf Banda Masjid Agung Semarang.

BACA JUGA: Polda Jateng Akan Selidiki Kasus Sungai Bengawan Solo yang Tercemar Limbah

RSI itu terletak di Jalan Jolotundo, Semarang, tepat di sebelah barat MAJT. Untuk tahap pertama disediakan lahan seluas 1,2 hektare Tanah Wakaf Bandha Masjid Agung Semarang. Untuk pengembangan selanjutnya disiapkan lahan seluas enam hektare.

Mustasyar PBNU KH A Mustofa Bisri, dalam tausiahnya menyampaikan, pembangunan rumah sakit adalah untuk kemanusiaan.

”Kalau kemanusiaan berarti di atas agama. Rumah sakit bukan hanya untuk orang Islam, tetapi untuk semua umat beragama. Kalau ada korban kecelakaan, apakah akan ditanya dulu agamamu apa baru ditolong?” kata Pengasuh Pondok Pesantren Roudlotut Tholibien, Leteh, Rembang itu.

BACA JUGA: SIG Mantabkan Posisi sebagai Penyedia Solusi Bahan Bangunan Terintegrasi Melalui Pengembangan Inovasi Produk dan Layanan

Menurutnya, Tuhan juga memberi pelajaran kepada manusia, dengan pandemi wabah kemanusiaan. ”Covid-19 itu bukan wabah negara atau etnis. Kita terlalu akrab dengan dunia, tetapi membuat jarak dengan keluarga dan anak istri bahkan dengan Allah Sang Pencipta,” ungkapnya.

Gus Mus menegaskan, sebenarnya tidak perlu ada kata “Islam” pada nama rumah sakit yang hendak dibangun ini. ”Majelis Ulama Indonesia juga tidak ada kata Islam-nya,” tutur dia.

Sementara itu, pada peletakan batu pertama pembangunan rumah sakit itu dilakukan secara bersama-sama oleh Mustasyar PBNU KHA Mustofa Bisri, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) M Nuh, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad, Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

BACA JUGA: Wakil Bupati Kendal dan Fokopimda Peringati Haornas Secara Virtual

Sedang tamu undangan yang hadir terlihat Wakil Kepala Baznas RI Mokhmad Mahdum dan Saidah Sakwan, anggota DPR RI Abdul Wahid, Dirut RSI Sultan Agung dr H Masyhudi AM dan Kepala Kanwil Kemenag H Mustain Ahmad.

Hadir pula Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu, sejumlah pengusaha seperti Sapto Hidajat (Sango Ceramics Indonesia) dan perwakilan PT Sido Muncul serta sejumlah kiai seperti KH Ahmad Hadlor Ihsan, KH Hanief Ismail, KH Achmad, KH Ali Mufiz dan lain-lain.

Sedangkan Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA menyatakan, Baznas dan Yayasan MATJ berkolaborasi mengembangkan wakaf produktif. Kolaborasi ini ditandai dengan lahirnya RSI MAJT-MAS.

BACA JUGA: Kejari Kudus Segera Limpahkan Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Tergo

”Betapa pentingnya kolaborasi atau sinergi untuk mewujudkan sebuah kerja nyata. Hari ini merupakan “perkawinan” antara Baznas, dengan BPKH, dengan BWI, yang akan melahirkan riil anak yang namanya RSI MAJT,”imbuhnya.

Sementara itu, Wagub Taj Yasin Maimoen menyampaikan, Pemprov berkomitmen terhadap pembangunan rumah sakit dan pengembangan tempat ibadah.

”Saat ini Pemerintah Provinsi berkomitmen terhadap pembangunan dan perkembangan tempat ibadah. Kemarin di Masjid Raya Baiturrahman, dan saat ini Rumah Sakit Islam MAJT. Ini tentunya akan kita dorong dan support,” tegasnya.

BACA JUGA: Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Siswa SMP 4 Temanggung Divaksin

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya yang dibacakan Wamenag Zainut Tauhid merasa bangga, karena MAJT selalu terdepan dalam peribadatan maupun fungsi pendidikan, ekonomi dan sosial budayanya.

Menurutnya, saat ini tanah wakaf yang tersebar di seluruh Nusantara jumlahnya sangat banyak, namun belum dikelola secara produktif. Pembangunan RSI MAJT-MAS, menurut Menag, merupakan langkah nyata membuat tanah wakaf menjadi produktif.

Riyan