blank
Ketua Baznas Provinsi Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, didampingi Ketua Baznas RI Prof Dr H Noor Achmad MA, menyampaikan pembinaan sekaligus silaturahmi, yang dilakukan di Kantor Baznas Jateng, Jalan Menteri Soepeno, Semarang. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Prof Dr H Noor Achmad MA mengatakan, terkait pandemi covid-19 ini, pihaknya telah menginisiasi tiga program pendistribusian. Yaitu Program Darurat Kesehatan, Program Darurat Sosial Ekonomi dan Keberlangsungan Program yang Berjalan.

”Untuk ketiga program itu hingga tahun 2020 lalu, Baznas dan seluruh UPZ setidaknya telah mendistribusikan dana lebih dari Rp 722,4 miliar. Dengan total penerima manfaat mencapai 5.604.542 jiwa,” katanya.

Dia menyampaikan hal itu, saat melakukan pembinaan dan silaturahmi dengan Baznas Jateng di Kantor Baznas Jateng Jalan Menteri Soepeno, Semarang, Selasa (18/5/2021).

BACA JUGA: Duka Mendalam Ganjar Kenang Wimar Witoelar

Pembinaan dihadiri Ketua Baznas Provinsi Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Sekretaris Drs H Moh Ahyani MSi, para Wakil Ketua terdiri dari Dr H Rozihan, Drs H Zain Yusuf MM, Drs KH Ahmad Hadlor Ihsan, Drs Solikhul Huda dan para karyawan di lingkungan Baznas Jateng.

Menurut Noor Achmad yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, data itu sudah dilaporkan secara langsung di hadapan Presiden RI Joko Widodo, saat meluncurkan Gerakan Cinta Zakat, belum lama ini.

Dana Baznas sebesar Rp 115 miliar disalurkan untuk program darurat kesehatan. Kemudian dana senilai Rp 455.5 miliar untuk program darurat sosial ekonomi, dan Rp 151.7 miliar untuk program yang berjalan, yaitu program yang sudah ada sebelum pandemi virus corona.

BACA JUGA: Sebanyak 46 PNS Wonogiri Mendapat Anugerah Satya Lencana dari Presiden

”Untuk mendukung dan memperkuat Gerakan Cinta Zakat, Baznas RI telah menerbitkan sebuah buku Gerakan Cinta Zakat, untuk penguatan literasi zakat ini,” tegas Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Semarang itu.

Dia juga melaporan, Baznas telah bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bank syariah terbesar yang memiliki jaringan di seluruh pelosok Nusantara, dan memiliki layanan secara digital yang mumpuni.

”Baznas merupakan lembaga penuh amanah, dimana menyalurkan zakat dari muzzaki ke mustahik untuk menyucikan diri dan harta. Para amil menjadi jembatan yang diharapkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas dia.

BACA JUGA: Polres Banjarnegara Minta Warga untuk Disiplin Patuhi Prokes

Menurut Noor Achmad, pihaknya memaknai, bahwa amilin-amilat itu termasuk pemerintah, adalah rasul-rasul kecil yang diperintahkan Allah untuk menfasilitasi mengambil harta Allah yang dititipkan kepada muzakki, untuk diberikan kepada mustahik,” ungkap dia lagi.

Ditambahkan dia, ada empat komponen ekosistem zakat, yaitu harta zakat yang merupakan milik Allah, muzakki, mustahik dan amil.

”Oleh sebab itu, ekosistem zakat ini jangan sampai rusak. Ekosistem zakat tidak berjalan baik, apabila ada ekosistem yang rusak. Misal ada amil, mustahik atau muzaki yang tidak baik, tentu saja ini akan menghambat ekosistem lain,” tuturnya.

BACA JUGA: KPK Datangi Pendapa Kudus, 10 Pejabat dan Pengusaha Dipanggil

Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Jateng Dr KH Ahmad Darodji mengutarakan, sebagai amil harus jujur dan tranparan serta profesional. ”Zakat saat ini dianggap telah mampu menjadi solusi,” tegasnya.

Dipaparkan dia, penerimaan zakat dari ASN Pemprov Jateng pada 2020 mencapai nilai Rp 55 miliar. ”Nilai ini belum termasuk dari Baznas kabupaten dan kota, yang totalnya mencapai Rp 400 miliar,” sebutnya.

Di Jateng, lanjut Kiai Darodji, sudah lama pihaknya mengajak para ASN untuk berzakat melalui Baznas Jateng. Meski awalnya sempat muncul pro kontra, tetapi sekarang sudah tersistematisasi dengan pemotongan langsung pendapatan mereka.

Dengan cara ini, akan menjadi spirit bersama untuk mencintai gerakan cinta zakat yang memiliki banyak manfaatnya, dan cara eksekusi cepat dari Baznas bisa membuat penyelesaian persoalan lebih cepat.

Riyan-Sol