blank
Peserta Orientasi Kewartawanan FWLJ-PWI Jateng dari berbagai media cetak dan online berfoto bersama pemateri di Gedung Moch. Ikhsan Lt 8 Balaikota Semarang, sebelum terjadinya gempa. Sabtu (10/4/2021). Foto : Absa

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pelaksanaan Orientasi Kewartawanan Forum Wartawan Lokal Jateng bersama PWI Provinsi Jateng yang diselenggarakan di Gedung Moch Ichsan Lt 8 Balaikota Semarang, Sabtu (10/4/2021) dibubarkan sebelum kegiatan berakhir.

Acara ini diselelsaikan lebih cepat dari brencana karena terjadi gempa bumi yang berpusat di Malang sekitar pukul 13.58. Semua peserta Orientasi pada berlari meninggalkan ruangan karena panik dan khawatir terhadap risiko jika masih berada di atas gedung berlantai 8 tersebut.

Ashadi, seorang peserta dari radarposnasional.com mengatakan, dirinya kaget dengan goyangan yang terjadi di atas gedung, awalnya dianggap bercanda. Tetapi setelah melihat hiasan dinding bergoyang-goyang dan melihat para peserta lari keluar ruangan dia pun ikut berlari.

“Ya saya pikir awalnya bercanda, teman-teman kok goyang-goyang. Tapi melihat hiasan dinding bergoyang dan para peserta pada lari keluar dan turun melalui tangga darurat, saya baru sadar kalau itu gempa,” ungkap Adi RPN panggilan akrabnya.

Gempa bumi sendiri terjadi, di tengah-tengah materi yang disampaikan oleh Setiawan H Kelana, tentang Konvergensi Media dan Jurnalisme Masa Kini. Namun berakhir karena kepanikan peserta orientasi kewartawanan.

Materi Orientasi Kewartawanan yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Lokal Jateng (FWLJ) bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pengurus Jawa Tengah sebelumnya, yaitu tentang Keorganisasian dan PD/PRT (Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga) PWI dengan narasumber Widiyartono, lalu tentang Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers oleh Sri Mulyadi.

Ketua Panitia Orientasi Kewartawanan Abdul Sakur menyampaikan, dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan FWLJ bisa menjadi sekoci kapal besarnya PWI Jateng untuk selalu bersinergi meningkatkan kualitas SDM wartawan.

“Diharapkan, FWLJ nantinya dapat menjadi sekoci kapal besarnya PWI Jateng untuk menepis anggapan negatif atau kurang baik terhadap rekan-rekan wartawan. Mari kita buktikan, bahwa rekan-rekan mampu dan berkualitas,” tegas Absa, sapaan akrab Ketua Panitia yang juga Sekretaris FWLJ.

Absa