blank
Seorang wanita dan lelaki sedang memegang alat Peraga Kampanye (APK) dari paslon Ali Nurudin - Yekti Handayani berisi profil dan rencana program kerja paslon.(FOTO:SB/Sp)

KENDAL(SUARABARU.ID)- Kabupaten Kendal memiliki potensi yang melimpah untuk dikembangkan menjadi sentra ekonomi dan industri, terutama dengan adanya proyek strategis nasional tol trans jawa dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Ketua pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ali Nurudin – Yekti Handayani (NUrani), Muhammad Makmun, mengatakan Kabupaten Kendal dengan luas wilayah mencapai 100.223 hektar memiliki posisi yang strategis sebagai penyangga ibukota provinsi Jawa Tengah.

Dibelah jalan tol trans Jawa, terdapat tiga pintu tol yang terhubung ke tiga kawasan strategis, yakni KEK, kawasan budidaya pertanian, perkebunan dan perikanan, serta pusat perdagangan dan pelayanan publik.

Makmun menekankan, potensi tersebut harus dikelola dan didayagunakan secara maksimal dan berkelanjutan, terutama untuk kepentingan masyarakat Kendal.

“Untuk itu, dibutuhkan pemimpin yang mengerti dan memahami kondisi masyarakat Kendal. Dialah putera daerah, yang lahir dan berinteraksi secara langsung dengan seluruh aspek kehidupan sosial kemasyarakatan warga Kendal,”tegas Makmun, yang juga Ketua DPC PKB, sekaligus ketua DPRD Kendal, saat ditemui di kantor DPC PKB Kendal, Minggu (25/10/2020).

Terkait adanya anggapan bahwa penggunaan putra daerah dalam kampanye sebagai politik identitas, ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) cabang Kendal itu menyebut putra daerah sebagai bentuk kearifan lokal.

Menurutnya, pengetahuan dan pengalaman calon kepala daerah terhadap kondisi masyarakat yang akan dipimpinnya sangat diperlukan sebagai pertimbangan dalam menyusun kebijakan.

“Ustad Ali dan Ibu Ani, adalah satu-satunya paslon asal putra daerah di Pilkada Kendal tahun 2020 ini,” kata Makmun.

Menurut Makmun, putera daerah sebagai bentuk kearifan lokal. Ustad Ali dan Ibu Ani yang lahir dan menjalankan kehidupan sosial kemasyarakatan sepenuhnya di Kendal, tentunya memiliki pemahaman lebih baik ketimbang yang baru datang.

“Inilah salah satu modal penting yang dimiliki paslon Nurani yang nantinya berguna dalam menyusun kebijakan pemerintah daerah,” terangnya.Sp-mm