blank
Pemandangan inah dengan hawa sejuk akan dirasakan saat memasuki kawasan wisata Aur Kuning. Foto: Esa

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kolam renang Lebah Aur Kuning. Mungkin belum banyak yang tahu, karena memang lokasinyayang tersembunyi. Berada di Dusun Kuncen, Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Air dan udaranya yang terasa sejuk dan segar karena letaknya di tengah-tengah desa, sehingga dapat dibilang wisata tersembunyi. Berada sekitar 11 kilometer dari Kecamatan Ngaliyan. Tempat wisata ini sudah beroperasi sekitar setahun.

Bagi pengunjung, cukup dikenai bayaran untuk tiket masuk seharga Rp.10.000 per orang. Sedangkan untuk anak di bawah tiga tahun bebas.

blank
Di kawasan kolam renang aur Kuning juga tersedia tempat beristirahat berupa gazebo. Foto: esa

Tempat wisata ini menyediakan tiga kolam utama. Satu di sebelah kiri sedalam 1 meter dan dua di sebelah kanan dengan kedalaman 1,5 meter dan 50 cm. Terdapat juga kolam terapi ikan. Yang juga penting adalah ada spot foto dengan background lukisan yang bermacam-macam jenisnya.

Saat pengunjung memasuki wisata tersebut suasana terasa seperti di alam yang jauh dari bisingnya kota, jalanan. Pemandangan pepohonan yang rindang memenuhi sekelilingnya. Hanya terdengar suara burung, angin yang berembus sampai daun berjatuhan, suara air mancur yang gemericik di samping kolam renang, bahkan terkadang terdapat suara ayam dan kambing karena lokasinya yang tidak jauh dari lahan ternak.

Uniknya ditengah-tengah wisata tersebut terdapat pohon durian yang masih tumbuh subur sehingga saat musim durian tiba, pengunjung dimohon untuk tetap waspada saat memasuki wisata tersebut bahkan sampai ditutup karena terlalu membahayakan.

blank
Pintu gerbang masuk kawasan wisata kolam renang Lembah Aurkuning. Foto: esa

“Dengan adanya wisata ini saya dan anak saya jadi mudah untuk dapat berenang tanpa harus mencari tempat yang jauh,” ujar salah satu pengunjung yang juga merupakan warga setempat. Sedangkan menurut seorang penjual di wisata tersebut, dengan dibuatnya kolam renang itu dia dapat menambah penghasilan untuk menunjang perekonomian keluarganya.

Namun perlu dipikirkan, adalah penunjuk arah ke lokasi wisata itu. Juga lahan parkir yang terbatas perlu pemikiran pengelola.

Esa Luthfiana Rizki